Menhub Sebut Regulasi Ojek Online Untungkan Semua Pihak

Sabtu, 12/01/2019 14:00 WIB
Demo driver online di Jakarta (Foto: Poskota)

Demo driver online di Jakarta (Foto: Poskota)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan regulasi yang mengatur ojek online akan menguntungkan semua pihak, baik itu penyedia aplikasi, pengemudi maupun penumpang. 

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tengah menggodok aturan mengenai aplikasi transportasi 'online' yang akan membahas di antaranya masalah penetapan tarif, mekanisme suspensi dan aspek keamanan serta keselamatan pengemudi juga penumpang. 

Dalam pembahasan aturan itu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat berencana mengundang 97 aliansi pengemudi untuk ikut memberi usulan dan tanggapan mengenai draf aturan ojek "online" itu.

"Setelah komunikasi intensif dengan aplikator, stakeholder, asosiasi pengemudi, kami laporkan kami akan atur peraturan berazas kesetaraan, keadilan, dan mengedepankan keselamatan, kata Budi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1). 

Menteri Budi mendampingi Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional Presiden Jokowi dengan Keluarga Besar Pengemudi Online yang dihadiri ribuan orang. Bagi pengemudi, kata Budi, yang utama adalah faktor keselamatan seperti penggunaan helm dan batas kecepatan dalam berkendara. 

Pengemudi ojek online juga mau tak mau menggunakan gawai untuk mendapatkan pesanan, namun tetap harus ada larangan untuk memakai gawai saat berkendara demi keselamatan. 

Peraturan ojek online akan memberikan payung hukum bagi para pengemudi yang mengatur empat aspek, yang akan terbit Maret mendatang, di antaranya tarif, keselamatan, kemitraan dan perekrutan/pemberhentian pengemudi.

Dalam acara tersebut, pengemudi Gojek dengan nomor registrasi 001 bernama Mulyono mengungkapkan harapannya agar regulasi ojek online berdampak positif bagi pengemudi. Terima kasih sudah mau meregulasi kami... Mudah-mudahan regulasi akan menyejahterakan kita semua pengemudi online, ujar Mulyono.
 

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar