Kerja Sama dengan Kepolisian China, Kapolres Ketapang Dicopot

Jum'at, 13/07/2018 13:04 WIB
Foto: polri.go.id

Foto: polri.go.id

Jakarta, law-justice.co - Mabes Polri menyatakan telah mencopot Kapolres Ketapang AKBP Sunario karena bekerja sama dengan Kepolisian China. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Mohammad Iqbal mengatakan pencopotan tersebut dilakukan karena Sunario telah bertindak di luar kewenangannya. Sebab, kata dia, kerja sama dengan Kepolisian China merupakan wewenang Mabes Polri.

"Kapolres Ketapang dibebastugaskan dari jabatan yang sekarang karena apa yang dilakukan Kapolres tidak sesuai dengan mekanisme yang ada di Polri, di mana ada kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain," jelas Iqbal, Jumat (13/7).

Juru bicara Mabes Polri ini menambahkan Sunario telah dimutasi ke Polda Kalimantan Barat untuk diperiksa terkait kasus ini. Hal ini tercantum dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/KEP./2018 tertanggal 13 Juli 2018. 

Selanjutnya, AKBP Yury Nurhidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Singkawang ditunjuk untuk menempati posisi Kapolres Ketapang. Mutasi ini ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri, Irjen Pol Arief Sulistyanto.

Sebelumnya, plakat bertuliskan kantor polisi bersama antara Polres Ketapang dengan perwakilan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Provinsi Jiangsu Resor Suzho, beredar di media sosial.

Sementara AKBP Sunario membantah plakat kerja sama tersebut menandakan adanya peresmian kantor polisi bersama.

"Plakat yang viral di medsos hanya sebuah tanda perkenalan pertemuan antara polisi China dengan Polres Ketapang. Dan tulisan kantor bersama adalah bahasa kantor itu menjadi tempat pertemuan bersama. Tidak benar akan ada kantor polisi RRT di Ketapang," kata Sunario.

Kendati demikian Sunario membenarkan bahwa ada kunjungan dari Kepolisian Suzho ke PT BSM di Ketapang. Mereka pun mengajak jajaran Polres Ketapang ke perusahaan tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, ada permintaan kerja sama Kepolisian Suzho terhadap Polres Ketapang dengan menunjukkan contoh plakat kerja sama tersebut. Namun Sunario mengaku telah menolaknya.

"Kami tolak kesepakatan tersebut, karena itu wewenang Mabes Polri," katanya. (ant)

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar