Ekonomi PancasilaUntuk Kemaslahatan Masyarakat

Rabu, 11/07/2018 16:45 WIB
Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) (foto: law-justice.co/Muhammad Mualimin)

Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) (foto: law-justice.co/Muhammad Mualimin)

law-justice.co - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengingatkan bahwa penerapan ekonomi Pancasila tujuannya semata-mata untuk kepentingan masyarakat luas.

’’Jadi tujuannya untuk mengembangkan sektor ekonomi yang dikelola untuk kemaslahatan masyarakat’’ ujarnya di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ekonomi yang berlandaskan Pancasila adalah kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, seperti peningkatan kualitas pertanian, tenaga kerja, industri, perbankan dan sektor lainnya.

Pemerintah, kata Jimly, juga tak boleh mengabaikan sisi kualitas daya saing manusia Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang menganut Pancasila. Sehingga nantinya mampu mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa.

’’Kita juga sudah harus mengarah serius untuk menciptakan wirausahawan muda. Generasi milineal berpotensi menjadi wirausahawan muda kreatif dan harus ditanamkan nilai Pancasila,’’ tambah mantan aktivis HMI ini.

Di tengah tantangan ekonomi Indonesia yang menghadapi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ICMI mengadakan diskusi dengan menghadirkan beberapa tokoh yang dianggap cukup mumpuni memaparkan kondisi perekonomian nasional saat ini. Diantaranya Ketua KEIN Soetrisno Bachir, mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau akrab dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) serta pakar keuangan dan perbankan syariah M Syafii Antonio.

 

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar