Dugaan Mahasiswa Kerja Paksa di Taiwan, Kemnaker: Kasusnya Tidak Ada

Jum'at, 11/01/2019 21:30 WIB
Terduga mahasiwa yang sedang bekerja sebagai buruh di Taiwan (Kompas.com)

Terduga mahasiwa yang sedang bekerja sebagai buruh di Taiwan (Kompas.com)

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah melakukan investigasi guna mengusut kasus mahasiswa Indonesia yang dikabarkan melakukan kerja paksa di Taiwan, yang kemudiaan diketahui hal itu tidak pernah terjadi.

Plt Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker Roostiawati di Jakarta, Jumat mengatakan, kasus yang menjadi viral tersebut dikabarkan telah terjadi pada 2013.

Roostiwati saat ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan mengatakan, mahasiswa yang di dalam kasus tersebut juga bekerja di luar jam magang kampus. Pihaknya pun telah memanggil Taipei Economic and Trade Office Indonesia (TETO) guna memberikan penjelasan tentang kasus tersebut.

"Kami sudah meminta Kepala Bidang Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan untuk melakukan pemeriksaan kasus itu di enam universitas, dan kami juga telah meminta TETO untuk memberikan penjelasan. Ternyata kasus itu tidak ada," kata Roostiawati pada Jumat (11/1).

Dia mengatakan Taiwan memang memiliki program beasiswa Southbound untuk negara-negara ASEAN terutama untuk negara Filipina, Vietnam dan Indonesia.

Peserta program beasiswa tersebut adalah mahasiswa politeknik, Roos mengatakan skema pendidikan Politeknik memang tidak hanya belajar di kelas tetapi juga magang di perusahaan.

"Biasanya mereka dua semester di kampus kemudian saat semester tiga mereka mulai magang dengan durasi 20 jam per minggu di sektor industri. Para peserta magang mendapatkan bayaran dan skema magangnya telah diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan setempat," kata Roos.

Selain magang, para mahasiswa juga diperbolehkan untuk bekerja di luar perkuliahan namun hal itu tidak diwajibkan oleh kampus. Keputusan untuk bekerja di luar jam kuliah merupakan pilihan mahasiswa.

Agar kasus serupa tidak terjadi pihak Kemnaker juga melakukan peninjauan ulang MoU untuk program beasiswa tersebut.

"Khusus kegiatan tersebut dihentikan sementara hingga ada perjanjian yang baru agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," kata dia.

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar