Butuh Dukungan Militer, Tokoh Oposisi Venezuela Ingin Gantikan Maduro

Minggu, 13/01/2019 08:02 WIB
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (Foto: AFP)

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (Foto: AFP)

Venezuela, law-justice.co - Pemimpin Kongres, yang dipimpin tokoh oposisi, pada Sabtu mengatakan siap menduduki kursi kepresidenan Venezuela menggantikan Nicolas Madura, tapi keinginan tersebut butuh dukungan militer dan rakyat (12/1).

Pernyataan itu disampaikan hanya sehari setelah Presiden Nicolas Maduro yang beraliran kiri diambil sumpahnya jadi presiden untuk kedua kali.

Juan Guaido, anggota parlemen dari partai oposisi Kehendak Rakyat bergaris keras yang dipilih memimpin majelis Nasional pada 5 Januari, mengatakan ia hanya akan menduduki kursi itu dengan dukungan angkatan bersenjata. Dia juga menyerukan protes-protes pada 23 Januari, hari ulang tahun kejatuhan kediktatoran militer tahun 1958.

"Hanya dengan dukungan dari rakyat Venezuela, angkatan bersenjata, masyarakat internasional untuk berikan amanah yang jelas bagi kami menduduki kursi kepresidenan," kata Guaido dalam pidato kepada para pendukungnya di luar kantor program PBB di Karakas.

Maduro terpilih kembali tahun lalu dalam pemungutan suara yang menimbulkan perselisihan karena lawan-lawan politiknya mengatakan terjadi kecurangan dalam pemilihan itu. Negara-negara di dunia telah menyebut kemenangannya dalam pemilihan lalu tak sah.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, para pemimpin Partai Sosialis yang berkuasa telah menyebut kritik itu sebagai campur tangan kolonialis yang dipimpin Amerika Serikat.

Mahkamah Agung dan satu badan legislatif yang sangat kuat menyebut Majelis Konstituen telah melucuti kekuasaan-kekuasaan Kongres, yang berarti bahwa lembaga itu tak mempunyai kapasitas untuk mengganti presiden sebagaimana berlaku di banyak negara. Namun, komentar-komentar Guaido menimbulkan kebingungan.

Luis Almagro, kepala kelompok diplomatik regional Organisasi Negara-negara Amerika, membuat pernyataan di Twiiter bahwa Guaido telah memangku jabatan kepresidenan sementara Venezuela. Guaido tidak menanggapi satu pesan untuk meminta penjelasan.
 

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar