Gibran Dinilai Tak Korupsi Meski Terbukti Rekomendasikan PT Sritex

Selasa, 22/12/2020 21:30 WIB
Arief Poyuono sebut Gibran Rakabuming Raka tak lakukan korupsi meski terbukti rekomendasikan PT Sritex (kompas)

Arief Poyuono sebut Gibran Rakabuming Raka tak lakukan korupsi meski terbukti rekomendasikan PT Sritex (kompas)

Jakarta, law-justice.co - Putra sulung Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka santer disebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19. Keterlibatan Gibran dikarenakan diduga ikut merekomendasikan PT Sritex sebagai vendor untuk mmebuat goodie bag atau tas paket bansos Covid-19.

Namun, mneurut Politikus Gerindra Arief Poyuono, Gibran tak bisa disebut melakukan koruspi meski terbukti melakukan hal tersebut. Menurut Arief, sekalipun terjadi praktik menaikkan harga dalam pengadaan kantong tersebut, itu tidak menyalahi aturan hukum. Arief tak melihat ada yang salah dengan hal tersebut, sebab apa yang dilakukan itu dapat dikatakan sebagai broker.

"Apalagi, Sekalipun benar Gibran merekomendasikan Sritex pada Mensos, dan dapat fee pengadaan goodie bag itu bukan korupsi. Tapi lebih pada yang namanya jasa broker atau sales. Sekalipun harga goodie bag di mark up, Gibran juga tidak menyalahi hukum," kata Arief kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Arief mengatakan, dalam hal ini dapat terlihat kemampuan seorang Gibran untuk memajukan industri yang ada di Kota Solo. Hal ini merupakan bekal yang bagus untuk Gibran saat menjadi Wali Kota Solo.

Dalam masa Pandemi COVID-19 ini, banyak industri yang mengalami penurunan. Oleh karena itu, dari rekomendasi itu Gibran dapat memberikan dampak positif bagi perindustrian di Kota Solo.

"Ini membuktikan juga belum jadi wali kota saja sudah bisa memasarkan industri industri yang ada di solo seperti Sritex agar bisa dapat order kerjaan," kata Arief.

Arief menambahkan, "Dampaknya menghasilkan pemasukan bagi kota solo berupa pajak dan menghindarkan dampak PHK buruh di solo akibat COVID-19 dimana banyak industri tekstil gulung tikar," ujarnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar