Ditolak, Fadli Terus Desak Jokowi Bentuk TGPF Penembakan Laskar FPI

Sabtu, 19/12/2020 06:43 WIB
Fadli Zon terus desak Jokowi untuk bentuk TGPF penembakan laskar FPI oleh Polisi (tribun).

Fadli Zon terus desak Jokowi untuk bentuk TGPF penembakan laskar FPI oleh Polisi (tribun).

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah menjawab masukan dari berbagai pihak untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) terkait penembakan enam orang anggota laskar FPI oleh polisi. Jokowi menegaskan tak akan melakukan hal itu, karena menyerahkan sepenuhnya kepada Komnas HAM.

Meski begitu, Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tetap mendorong agar Jokowi segera membentuk tim TGPF.

"Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI," kata Fadli lewat akun twitternya, @fadlizon seperti dikutip, Sabtu (19/12/2020).

Fadli berpendapat TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada.

Kasus penembakan 6 anggota laskar FPI terus bergulir di kepolisian. Saat ini, perkara tersebut diambil alih oleh Markas Besar Polri, setelah sebelumnya ditangani Polda Metro Jaya.

Selain kepolisian, Komnas HAM juga sudah bergerak melakukan penyelidikan. Mereka bahkan memanggil sejumlah petinggi kepolisian seperti Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, dan dokter forensik Polri.


Jokowi sendiri menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Oleh karena itu, hukum harus dipatuhi dan ditegakkan untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo menanggapi peristiwa besar yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini, yaitu kematian 4 orang warga Sigi di Sulawesi Tengah dan 6 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek.

Dia menyatakan bahwa sudah menjadi kewajiban bagi para penegak hukum untuk menegakkan hukum tersebut secara adil.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar