Halangi Penanganan COVID-19, Satgas Siapkan Sanksi Tegas

Selasa, 01/12/2020 22:18 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito (Foto:BNPB)

Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito (Foto:BNPB)

Jakarta, law-justice.co - Di tengah melonjaknya kasus baru, muncul juga pihak-piahk yang menghalangi penangan terhadap kasus COVID-19. Oleh karena itu, Satgas Penanganan COVID-19 memperingatkan masyarakat akan adanya sanksi tegas apabila hal itu dilakukan.

"Saya meminta siapa pun Anda, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh daerah, pejabat, agar sepenuhnya mendukung upaya tracing yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dan saat wawancara dilakukan, sehingga petugas dapat memetakan kontak terdekat dengan baik," kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (1/12/2020).

Wiku menjelaskan salah satu kontribusi masyarakat dalam penanganan COVID-19 adalah mendukung tracing yang dilakukan Satgas. Dia mengingatkan bahwa jangan sekali-kali menghalangi penanganan Corona di RI.

"Ini (mendukung tracing, kooperatif saat wawancara) adalah bentuk nyata kontribusi kita semua untuk serta memberantas COVID-19 di Indonesia. Ingat, upaya penanganan COVID-19 dapat berjalan dengan baik apabila seluruh pihak saling mendukung," terang Wiku.

"Selain itu, ikuti juga arahan dari petugas, termasuk jika diminta melakukan testing. Jangan sekali pun menghalangi petugas. Ingat, ada sanksi bagi mereka yang menghalangi upaya penanganan COVID-19," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wiku menuturkan pelacakan dan pengetesan juga harus terus dilakukan. Sebab, sebut dia, dalam waktu dekat akan digelar Pilkada 2020.

"Testing dan tracing juga harus terus dilakukan dalam rangka antisipasi terhadap pilkada serentak yang akan berlangsung sebentar lagi pada 9 Desember 2020," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 mengaku kecewa terhadap perkembangan terakhir kasus COVID-19 di Tanah Air. Satgas menyebut daerah yang masuk ke zona merah meningkat hampir dua kali lipat.

"Saya sangat kecewa karena pada minggu ini jumlah kabupaten/kota yang berzona merah bertambah hampir dua kali lipat dari minggu sebelumnya," tutup Wiku.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar