IDI Ungkap Masalah Besar Indonesia karena Kasus COVID Terus Naik

Selasa, 01/12/2020 20:01 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih ungkap masalah besar yang dihadapi Indonesia karena kasus baru terus naik (dok. IDNTimes)

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih ungkap masalah besar yang dihadapi Indonesia karena kasus baru terus naik (dok. IDNTimes)

Jakarta, law-justice.co - Di tengah melonjaknya kasus baru COVID-19 di Indonesia, pihak Ikatan Dokter Indonesia atau IDI lantas menyampaikan masalah besar yang harus dihadapi oleh Indonesia. Hal itu berdasarkan adanya rekor baru pada Minggu (30/11/2020) yang mencapai 6.267 orang.

Untuk itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dokter Daeng M. Faqih mengatakan, masyarakat harus mengetahui bahwa persoalan yang paling penting dari COVID-19 adalah percepatan penularannya.

"Karena kita tahu, kalau kesembuhan pasien yang dirawat bagus, bisa 83 persen lebih. Angka kematiannya sudah bisa ditetapkan dari pernah 8-9 persen, sekarang bisa 3,1 sekian persen, meskipun angka dunia 2,3 persen. Tapi, upaya kita udah bagus banget menekan angka kematian," katanya di YouTube BNPB Indonesia.

Namun, dokter Daeng mengatakan, angka penularan COVID-19 masih terus melonjak. Daeng kembali menekankan bahwa masalah besar dari virus corona yang dihadapi Indonesia adalah kecepatan penularannya.

"Bahkan yang dikatakan terjadi banyak mutasi, itu justru meningkatkan kecepatan penularan. Meskipun Alhamdulillah, menimbulkan kematian itu memang mutasi itu tidak berpengaruh, tapi yang berpengaruh pada kecepatan penularan. Jadi, semakin cepat penularannya," lanjut dia.

Menurut Daeng, penambahan kasus COVID-19 ini terjadi akibat kecepatan penularan. Untuk itu, Daeng mengimbau masyarakat agar disiplin terhadap protokol kesehatan.

"Mohon maaf kalau boleh dikatakan masyarakat itu harus disiplin menghambat penularan ini, karena ini strategi preventif, pencegahan dengan 3M. Dan 3M ini tugas kita bersama, sehingga kalau kita tidak komitmen untuk melakukan pencegahan penularan bersama-sama, seterusnya akan terjadi penularan yang tinggi seperti itu," kata dia.

Jika peningkatan kasus terus terjadi, Daeng mengatakan hal ini akan menjadi beban berat untuk rumah sakit, termasuk petugas kesehatan. Ini akan menempatkan petugas medis pada risiko penularan, bahkan gugur karena menangani pasien COVID-19.

"Dokter saja dengan meningkatnya angka yang tinggi ini, dilaporkan banyak yang gugur. Sekarang sampe 180 dokter yang gugur," ungkapnya.

Oleh karena itu, Daeng meminta pada masyarakat agar tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan 3M.

"Jadi, mohon kita sebagai masyarakat, ayo komitmen bareng-bareng. Terutama pimpinan-pimpinan masyarakat, karena mereka ditiru dan didengar oleh anggota masyarakatnya. Ayolah kasih contoh, komitmen lakukan protokol kesehatan 3M. Jangan sampe lengah, kalau lengah kita khawatir ke depan akan semakin tinggi bukan semakin landai," tutupnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar