Hasil Survei Sebut Calon PDIP Ungguli Lawannya di Kota Surabaya

Senin, 30/11/2020 20:46 WIB
Pasangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDIP unggul dari lawannnya berdasarkan hasil survei (Tribunnews)

Pasangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji yang diusung PDIP unggul dari lawannnya berdasarkan hasil survei (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Lembaga survei Cyrus Network mengungkap hasil survei yang dilakukannya terhadap calon Wali Kota Surabaya. Dari survei tersebut, didapatkan elektabilitas pasangan calon yang diusung PDIP, Eri Cahyadi-Armudji unggul atas lawannya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Berdasarkan hasil survei itu, elektabilitas Eri-Armudji mencapai 55,3 persen, unggul 21,5 persen dari elektabilitas MA-Mujiaman 33,8 persen. Sementara pemilih mengambang 10,9 persen.

Survei dilaksanakan pada 23-27 November 2020 dengan responden 400. Menggunakan metode multistage random sampling, Cyrus mengklaim margin error surveinya kurang lebih 5 persen.

Chief of Consultant Cyrus Network, Hafizhul Mizan, menuturkan, hasil survei membaca alasan pemilih memilih pasangan calon. Kedua calon dipilih karena sama-sama diharapkan akan membawa perubahan (21,5 persen), namun Eri Cahyadi-Armudji lebih unggul karena dianggap lebih berpengalaman.

"Sebanyak 9 persen pemilih memilih paslon nomor urut satu tersebut dengan alasan berpengalaman dalam pemerintahan, sementara hanya 2,7 persen pemilih yang menganggap pasangan Machfud-Mujiaman sebagai sosok berpengalaman," katanya dalam keterangan tertulis.

Kendati demikian, responden juga melihat bahwa popularitas atau keterkenalan kedua paslon masih jauh dari angka ideal, yakni lebih dari 90 persen. Popularitas paslon Eri Cahyadi dan Armudji hanya di angka 68,5 persen atau baru sekitar 7 dari 10 orang pemilih yang mengenal keduanya. Sementara itu, popularitas Machfud Arifin-Mujiaman berada di angka 57,5 persen, artinya baru sekitar 6 dari 10 orang yang mengenal paslon nomor urut 2 itu.

"Kurangnya popularitas ini masih harus menjadi pekerjaan rumah bagi masing-masing paslon. Mengingat hampir 91,3 persen warga sudah mengetahui bahwa pilkada akan dilaksanakan pada 9 Desember nanti, dan 94,3 persen di antaranya mengaku akan ikut berpartisipasi meskipun dilangsungkan di tengah pandemi," ujar Hafiz.

Dengan waktu tersisa yang kurang dari dua pekan dari survei selesai dilaksanakan, diprediksi sangat sulit bagi pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman untuk mengejar ketertinggalan. Pasangan nomor urut satu terlihat dominan hampir di semua segmen demografis.

Mulai dari gender, usia, agama, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, sampai ke daerah pemilihan DPRD. Pasangan Machfud-Mujiaman hanya unggul dalam segmen pemilih bersuku Madura. Sebanyak 50 persen pemilih Madura lebih memilih paslon nomor urut 2 itu dibandingkan dengan paslon 1 yang hanya didukung 37 persen populasi pemilih Madura.

"Dapil tiga diprediksi akan menjadi tempat perebutan yang sengit, karena pasangan Eri Cahyadi-Armudji hanya unggul tipis di wilayah tersebut (44,6 persen vs 40 persen)," kata Hafiz.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar