Denny JA Libatkan Artis Ternama di Serial Film Bertema Virus Corona

Sabtu, 28/11/2020 21:00 WIB
Konsultan politik dan penulis, LSI Denny JA (Foto: seruji)

Konsultan politik dan penulis, LSI Denny JA (Foto: seruji)

[INTRO]

Sejumlah artis papan atas akan dilibatkan dalam delapan serial film yang mengangkat situasi selama pandemi COVID-19. Film yang digarap Denny JA akan diluncurkan pada akhir November tahun ini.

"Drama manusia, jeritannya, harapannya, paling mencolok kita saksikan justru di era bencana besar. Pandemi dengan skala seperti ini tak terjadi 100 tahun sekali. Saya ingin merekamnya. Mencari hikmah dari derita," kata Denny dilansir Antara, Sabtu (29/11).

Beberapa nama artis yang terlibat dalam film berdurasi 20 menit seperti Christine Hakim, Reza Rahadian, Ine Febriyanti, Ruth Marini, Ray Sahetapy, Marini, Agus Kuncoro, dan Lukman Sardi. 

Masyarakat bisa mengaksesnya langsung dari akun YouTube Karya Terpilih Denny JA. Menurut dia, film itu memvisualkan delapan cerpen esai yang telah ditulis dan diterbitkan dalam buku berjudul “Atas Nama Derita". 

Berbagai isu diangkat dalam film itu, seperti kisah dokter yang merasa puncak gunung prestasinya adalah wafat ketika menolong pasien, ada kisah warga yang diisukan mati kelaparan, ada kisah pemimpin komunitas yang wafat karena corona, dan satu kampung diisolasi.

Ada pula, kisah UKM yang bangkrut total sehingga bergantung pada satu-satunya harta berharga, yakni keris pusaka, lalu kisah aktivis yang istrinya wafat dan ingin menggugat Menteri Kesehatan.

Denny menyebutkan empat keunikan dalam serial film tersebut. Pertama, semua berdasarkan kisah nyata seputar dinamika kehidupan masyarakat selama wabah corona berlangsung. Agar dramatis aneka kisah itu difiksikan.

Kedua, film itu mengkombinasikan artis dan aktor dengan kekuatan animasi sehingga di antara dialog pemeran manusia, juga tersaji adegan yang diekspresikan melalui animasi.

Ketiga, semua bisa diakses dan ditonton secara gratis di media sosial. Bahkan, beberapa film itu sudah ditonton di atas 10 ribu.

"Saya sendiri sengaja menggratiskan film ini untuk ditonton siapa saja. Ini bagian dari derma saya," ujar Denny.

Keempat, Denny sengaja mengajak artis dan aktor papan atas untuk hadir dalam serial film itu, sebab peristiwa besar seperti pandemi harus pula disentuh oleh pemeran yang juga besar.

"Bertahun- tahun dari sekarang, ketika pandemi ini selesai, delapan serial film tersebut dapat menjadi dokumen suara batin yang bisa ditonton kembali," pungkas Denny.

Sementara itu, FX Purnomo selaku Futih dan J&R production yang secara operasional membuat film tersebut mengaku dirinya yang menjadi supervisi terakhir untuk finishing touch penggarapan film.

(Antonius Wilhelmus Fernandez\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar