Khawatir Teror Sigi Jadi Isu SARA, PDIP Minta Polisi Segera Bertindak

Sabtu, 28/11/2020 19:40 WIB
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. Foto: Net

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. Foto: Net

[INTRO]

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah mendukung Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Gomar Gultom yang meminta aparat kepolisian segera menangkap dan mengungkap dalang dibalik pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11), sekitar pukul 10.00 WITA.

Bila masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dirinya khawatir, isu sentimen suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) akan digulirkan dan menjadi bola liar oleh orang-orang tak bertanggungjawab. 

“Jika benar peristiwa ini dilakukan oleh teroris, ini menjadi bukti bahwa ancaman ekstremisme yang bermuara pada ajaran agama memang nyata dan masih ada. Karena itu, aparat keamanan harus mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya sehingga akan terungkap dalang beserta motif pelakunya,” tegas Ahmad Basarah dalam pesan elektronik yang diterima Lawjustice, Sabtu (28/11).

Dia juga mengutuk dalang dibalik aksi keji ini.  Bagaimanapun, kekerasan dan pembunuhan tidak sesuai dengan ajaran agama manapun dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Segala persoalan mestinya diselesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kata mufakat, sesuai dengan hukum dan peraturan peundang-undangan yang berlaku, bukan dengan jalan kekerasaan. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, tapi malah justru menimbulkan masalah baru,” tegas Ahmad Basarah

Sebagai pimpinan MPR RI, dia juga mendengar pernyataan duka dari Manajer Regional International Christian Concern (ICC) untuk Asia Tenggara, Gina Goh.

Pembunuhan itu, menurut Gina Goh, tidak masuk akal dan tidak dapat ditoleransi dalam negara yang membanggakan `Pancasila` sebagai ideologi dan aktif  mempromosikan kerukunan dan toleransi beragama. 

“Semua pernyataan duka dan imbauan agar pihak keamanan Indonesia segera menyelesaikan kasus ini dengan cepat telah saya dengar dan dengan ini saya juga mengimbau pemerintah menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan,” tegas dia.  Ahmad Basarah. 

Terakhir, Ahmad Basarah meminta semua elemen masyarakat agar tidak terprovokasi oleh kasus pembunuhan ini.“Keluarga besar PDI Perjuangan dan saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban pembantaian tersebut," ujarnya.

Media memberitakan satu keluarga di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), dibunuh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Empat anggota keluarga ditemukan tewas mengenaskan di sekitar rumah mereka, terdiri atas pasangan suami istri pemilik rumah, seorang anak perempuan, dan seorang menantu.

Namun, Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso menegaskan tidak ada gereja dibakar kecuali sebuah rumah yang biasa dijadikan tempat pelayanan umat dan enam unit rumah warga. 

(Antonius Wilhelmus Fernandez\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar