Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran, Eksekutornya Amerika Dalangnya Israel

Sabtu, 28/11/2020 15:50 WIB
Iran (Liputan6)

Iran (Liputan6)

Iran, law-justice.co - Satu per satu ilmuwan nuklir Iran tewas pada dekade terakhir dalam berbagai serangan yang dituding Teheran berasal dari Israel.

Teranyar, dikutip dari AFP Sabtu (28/11/2020) pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir paling terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh, pada Jumat (27/11/2020) kemarin.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan terdapat "indikasi serius peran Israel" dalam pembunuhan itu.

Sebelum kematian Fakhrizadeh, tercatat berbagai ilmuan nuklir lainnya juga merenggang nyawa, berikut adalah daftarnya.

Massoud Ali Mohammadi

Pada January 2010, Massoud Ali Mohammadi, seorang profesor fisika partikel di Universitas Teheran, terbunuh ketika sebuah sepeda motor jebakan meledak di luar rumahnya di ibu kota Iran.

Tak lama selang kematian anggota dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, beberapa pemimpin dan media resmi Iran menuding serangan berasal dari Dinas Intelijen Israel dan Amerika Serikat (AS)

Mengutip AFP sebulan sebelum kematian Massoud, Iran juga menuduh AS dan Israel menculik ilmuwan nuklir lainnya, Shahram Amiri, yang menghilang pada Mei 2009.

Majid Shahriar

Pada November 2010, dua ilmuwan dengan peran kunci dalam program nuklir Iran menjadi sasaran di Teheran oleh dua serangan bom yang kembali dituduhkan Iran merupakan ulah Israel dan AS. Salah satu ilmuwan, Majid Shahriari, tewas dalam ledakan tersebut.

Antara 2010-2012, di puncak krisis dengan kekuatan dunia atas program nuklir Iran, lima ilmuwan mereka dibunuh di Teheran dengan Iran menuduh Badan Intelijen Pusat (CIA) AS dan dinas mata-mata Israel Mossad berada di balik pembunuhan itu.

Hassan Moghadam

Pada tanggal 12 November 2011, sebuah ledakan di depot amunisi Pengawal Revolusi di pinggiran Teheran menewaskan sedikitnya 36 orang, termasuk Jenderal Hassan Moghadam yang bertanggung jawab atas program senjata untuk unit elit.

Menurut Los Angeles Times, AS dan Israel telah memimpin operasi melawan program nuklir Iran.


Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan Israel berlaku sebagai `tentara bayaran` Amerika Serikat karena membunuh ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh.

"Sekali lagi, tangan jahat dari arogansi global, dengan rezim Zionis sebagai tentara bayaran, ternoda dengan darah seorang putra bangsa ini," kata Rouhani seperti dilansir AFP.

Selama ini, Iran selalu menggunakan istilah arogansi global untuk merujuk pada Amerika Serikat.

"Teroris membunuh seorang ilmuwan Iran terkemuka hari ini. Kepengecutan ini, dengan indikasi serius peran Israel, menunjukkan provokasi putus asa dari para pelaku," kicau Zarif, dalam akun Twitter.

Dia pun meminta komunitas internasional untuk "mengakhiri standar ganda mereka yang memalukan dan mengutuk aksi teror yang dilakukan oleh negara ini."

Juru Bicara PM Israel Benjamin Netanyahu, saat ditanya AFP di Yerusalem, enggan berkomentar atas tudingan tersebut.

Selain Mohsen, beberapa ilmuwan nuklir Iran lainnya juga telah tewas dibunuh dalam satu dekade terakhir. Daftar ilmuwan Iran yang tewas dibunuh bisa dibaca di sini.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar