Jasad Masih Utuh Setelah 3 Tahun, Ini Pesan Kiai Baidowi Sebelum Wafat

Sabtu, 28/11/2020 11:06 WIB
Jasad Kiai Baidowi masih utuh meski sudah tiga tahun meninggal dunia(Bengkulutoday)

Jasad Kiai Baidowi masih utuh meski sudah tiga tahun meninggal dunia(Bengkulutoday)

Madura, Jatim, law-justice.co - Setelah tiga tahun meninggal dunia, jasad dari KH Ahmad Baidowi ditemukan masih dalam kondisi utuh. Hal itu pun menghebohkan sekaligus membuat kagum warga Kampung Langpanggang, Dusun Banbalang, Desa Batopora Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Sebelum meninggal, dirinya punya pesan khusus kepada kelaurganya. Anaknya yang bernama Sufyan, menuturkan bahwa Kiai Baidowi meninggal dunia pada Senin sore tepat di bulan Maulid. Paginya, almarhum sudah menyampaikan pesan kalau akan meninggal dunia.

"Jam 12 siang masih biasa, sorenya meninggal. (Sebelum meninggal) dia berpesan, `saya mau mati nanti, jangan menangis ya, jangan nangis semua’," katanya seperti dilansir dari viva.co, Jumat (27/11/2020).

Saat itu, almarhum tidak sakit parah. "Abah saya meninggal dengan mengucapkan (kalimat) Allahu Akbar. Dengan bibir tersenyum, mengucapkan Allahu Akbar sendiri dan langsung meninggal," kata Sufyan.

Diceritakan Sufyan, abahnya sebenarnya bukan kiai besar. Hanya tokoh agama di kampung.
Sehari-hari, almarhum bergaul dengan masyarakat dan mengajari mengaji Alquran dan ilmu agama kepada warga setempat. Almarhum juga aktif di organisasi masyarakat, yaitu di Nahdlatul Ulama.

Almarhum tidak pernah meminta bantuan dari pemerintah dalam hal pembangunan madrasah dan masjid yang dikelola.

"(Almarhum) tidak mau bantuan. Untuk pembangunan masjid, ya, cuma orangtua saya. Itu langsung dengan masyarakat semua. Misalnya, buat (bangun) madrasah, buat (bangun) masjid, itu gotong royong dengan masyarakat," ujar Sufyan.

Nah, pada Senin, 23 November 2020, para santri melihat makam Kiai Baidowi ambles karena diguyur hujan. Segera setelah itu keluarga almarhum, santri, dan masyarakat melakukan perbaikan.

Saat hendak diperbaiki itulah Sufyan mengetahui jasad ayahnya masih utuh. Rambut almarhum bahkan masih ada. Di liang lahat, lanjut Sufyan, juga tidak tercium aroma busuk seperti biasa menyeruap dari mayat pada umumnya.

"Biasanya, kan, ada bau seperti kaya busuk, tapi ini enggak. Posisinya (jasad) masih seperti semula," tutupnya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar