Ngeri! Dalam Waktu 3 Hari, KPK Tangkap 2 Kader PDIP

Sabtu, 28/11/2020 06:21 WIB
Dua kader PDIP ditangkap KPK dalam waktu 3 hari (Robinsar Nainggolan)

Dua kader PDIP ditangkap KPK dalam waktu 3 hari (Robinsar Nainggolan)

Jakarta, law-justice.co - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap dua orang kader PDIP di bulan November 2020. Lebih negeri lagi, hal itu dilakukan KPK selama tiga hari saja.

Pertama, pada Selasa (24/11/2020), penyidik KPK menetapkan Andreu Misanta Pribadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait ekspor benih lobster bersama dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Terkait hal itu, PDIP sendiri menyebut Andreau Misanta Pribadi kader yang tak lagi aktif di partai Banteng tersebut. Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, membenarkan bahwa Andreau Misanta Pribadi pernah menjadi caleg DPR RI pada Pemilu 2019.

Namun ia gagal melenggang ke istana. Sejak itu, menurut Basarah, yang bersangkutan tak lagi aktif di PDIP. Namun Basarah menegaskan partainya akan memberikan sanksi tegas ke yang bersangkutan.

Meski diklaim tak lagi aktif, nyatanya Andreau Misanta Pribadi sempat menjadi orang penting di partai besutan Megawati Soekarnoputri karena ia pernah menjabat sebagai Kabiro Hubungan Antar Lembaga Perlengkapan dan Properti Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDIP.

Kedua, dua hari berselang setelah OTT Menteri KKP, OTT KPK kembali terjadi pada Jumat (27/11/2020). Kali ini kader PDIP yang ditangkap adalah Ajay Muhammad Priatna selaku Wali Kota Cimahi, Jawa Barat. Ajay ditangkap terkait suap perizinan proyek di Cimahi.

Terakhir diketahui jika Walikota Cimahi ini dicokok KPK terkait perizinan Rumah Sakit Bunda Cimahi. Ajay diduga menerima suap uang lebih dari Rp400 juta yang diduga dari bagian total commitment fee sekitar Rp3 miliar lebih.

Pria kelahiran Bandung 18 Desember 1966 ini sebelum menjabat sebagai Wali Kota Cimahi juga pernah menjabat posisi-posisi penting. Di dunia politik, Ajay sempat menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Cimahi sebelum akhirnya menang di Pilkada 2017 silam.

Sebelum terjun di dunia politik, Ajay juga pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Jabar, Ketua Bidang Konstruksi dan Perumahan Umum KADIN Jawa Barat, Bendahara Umum FKPPI, Wakil Ketua KOSOGORO Bandung, dan Pengurus KNPI.

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar