Pakai Baju Wanita, Pejabat Israel Temui Pemimpin Arab Secara Rahasia

Jum'at, 27/11/2020 13:42 WIB
Utusan Israel seringkali menggunakan pakaian wanita untuk temui petinggi Arab Saudi (Tribun)

Utusan Israel seringkali menggunakan pakaian wanita untuk temui petinggi Arab Saudi (Tribun)

Arab Saudi, law-justice.co - Mantan Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), Danny Yatom mengungkapkan bahwa mantan perdana menteri Israel sering melakukan pertemuan rahasia dengan para pemimpin negara Arab. Terkadang pejabat Israel menyamar dengan pakaian wanita.

Demikian dilaporkan Arabi21 pada Selasa (24/11).

Dilansir dari CNNIndonesia Jumat (27/11/2020), Berbicara kepada stasiun radio lokal Israel, Yatom menyebut pertemuan itu dilakukan termasuk dengan mendiang Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem, kemudian mendiang Raja Hussein dari Yordania dan saudaranya Pangeran Hassan.

Pernyataan Yatom dibuat setelah laporan mengungkapkan PM Israel Benjamin Netanyahu bertemu dan melakukan pembicaraan rahasia dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) pada Minggu (22/11).

Menurut dia, pertemuan semacam itu sebenarnya sering terjadi pada malam hari dan jauh dari pantauan dunia.

Pada satu kesempatan, katanya, mendiang Perdana Menteri Israel Ishak Rabin mengirimnya dan Kepala Staf Ehud Barak ke Washington untuk bertemu dengan Muallem dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Suriah, Hikmat Shehabi, untuk membahas kemungkinan negosiasi perdamaian.

Dia dan Barak menyamar sebagai wanita, mengenakan wig dan pakaian wanita. Mereka juga melakukan penerbangan komersial ke Washington.

Yatom menjelaskan, Muallem yang merupakan duta besar Suriah untuk Washington pada saat itu, berjanji bahwa tidak ada serangan teror yang akan diluncurkan dari Suriah setelah menandatangani kesepakatan damai.

Yatom pun memuji pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammad Bin Salman.

Kata dia, meski tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel tetapi Arab Saudi yang memimpin kelompok Sunni dan merupakan negara terbesar di semenanjung, secara strategis penting bagi Negeri Zionis itu.

"Itu sebabnya saya senang dan berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi untuk ini," kata Yatom seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi membantah kabar yang menyebut Putra Mahkota bertemu dengan Netanyahu.

Menteri Luar negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam cuitannya mengaku telah melihat laporan pers yang terkait pertemuan tersebut dan dia membantah kabar itu.

Pejabat AS dan Israel juga berulang kali mengindikasikan bahwa ada lebih banyak negara Arab yang akan menjalin hubungan dengan Israel.

Secara publik, Arab Saudi mengatakan akan tetap berpegang pada posisi Liga Arab yang telah berusia puluhan tahun untuk tidak memiliki hubungan dengan Israel sampai konflik Israel dengan Palestina diselesaikan.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar