Li Xinze, Remaja Ini Digadang Penerus Jejak Jack Ma

Selasa, 24/11/2020 16:21 WIB
Li Xinze CEO Termuda (Chinapost)

Li Xinze CEO Termuda (Chinapost)

Beijing, Tiongkok, law-justice.co - Baru berusia 20 tahun, remaja ini sudah disebut akan meneruskan jejak Jack Ma sebagai entrepreneur jempolan yang memulai dari bawah tapi akhirnya sukses besar. Namanya Li Xinze yang telah menjadi seorang CEO di usia terhitung amat muda.

Di 2017, nama Li sudah mencuat lantaran disebut sebagai CEO pertama yang lahir di tahun 2000 dan sudah memimpin perusahaan sendiri bernama Chongcai Technology. Bahkan kala itu di media sosial Weibo, dia menyebut para entrepreneur tua sudah tidak terlalu memahami perkembangan internet.

"Sebagian entrepreneur tua yang berusia 30 atau 40 tahun tidak bisa memahami internet," tulisnya ketika itu, dikutip dari South China Morning Post Selasa (24/11/2020)

Pernyataan berani itu menuai pro dan kontra karena para pengusaha tua tentunya banyak pengalamannya dan bijaksana. Tapi CEO Xiaomi, Lei Jun, menyetujui opininya dan berharap agar generasi yang lahir sesudah tahun 2000 bekerja keras demi mengejar mimpi.

"Sebagai entrepreneur tua, saya secara pribadi merasakan tekanan berat. Masa depan dunia semestinya menjadi milik generasi pasca 2000. Come on!," tulis Lei pada saat itu.

Li lahir tahun 2000 di Luoyang. Pada umur 10 tahun, dia sudah menciptakan website gaming. Usia 15 tahun, dia membuat modul game dan menerima sertifikat dari Microsoft Virtual Academy. Berlanjut kemudian dia mendapatkan sertifikat programming dari Korea Selatan, Jepang dan Taiwan.

Nah tahun 2015, ia bersama seorang temannya mendirikan Chongcai Technology dan mengangkat dirinya sebagai CEO. Seperti Jack Ma, keinginannya menjadi pebisnis teknologi menggebu. Chongcai antara lain mengembangkan tempat sampah pintar, game simulasi sampai teknologi pertanian.

Li kemudian mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di era setelah tahun 2000 yang menerima pendanaan cukup besar dari angel investor, di kisaran USD 450 ribu.

Remaja ini sempat berhenti sejenak sebagai CEO untuk menempuh pendidikan di Rusia, dan kembali di posisi baru sebagai presiden Chongcai. Bulan Juni kemarin, Chongchai mengumumkan akan mencari pendanaan senilai USD 1,8 juta. Memang, perjalanannya masih jauh untuk menjadi seperti Jack Ma. Ia juga sempat dituding melakukan plagriasi teknologi sampai gaya bicaranya terlalu blak-blakan.

"Umurnya yang muda dan pengalaman sedikit dalam menjalankan sebuah perusahaan memang membuat ada keraguan, sukar pula ditebak masa depannya. Namun demikian, Jack Ma juga tidak memulai perjalanan bisnisnya dengan mudah," tulis South China Morning Post.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar