Ganjar Pranowo Panik, Jateng Jadi Tertinggi Kasus Covid Se-Indonesia

Selasa, 24/11/2020 16:01 WIB
Ganjar Pranowo (Tribun)

Ganjar Pranowo (Tribun)

Semarang, Jawa Tengah, law-justice.co - Pandemi virus corona (Covid-19) masih berlangsung dan kasus positif terus bertambah setiap harinya. Beberapa provinsi juga menunjukkan lonjakan kasus dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya adalah Provinsi Jawa Tengah. Daerah yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo itu kini menjadi perhatian pemerintah pusat.

Sebabnya kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi seluruh Indonesia. Selain itu, angka positivity rate di wilayah tersebut juga tinggi.


Berdasarkan data harian Satgas Covid-19 per Senin (23/11/2020), kasus aktif di Jawa Tengah sebanyak 10.494 orang.

Kasus aktif merupakan kasus orang dalam perawatan baik di fasilitas pelayanan kesehatan maupun sedang isolasi mandiri.

Menurut ilmu epidemiologi, kasus aktif penting diketahui untuk mengantisipasi lonjakan kasus di rumah sakit. Dengan demikian, kasus bisa tertangani dengan baik sehingga potensi menuju kematian bisa ditekan seminimal mungkin.

Jika dilihat berdasarkan penambahan kasus selama 10 hari terakhir, kasus positif di Jawa Tengah masih cenderung fluktuatif.

Kasus positif di provinsi ini sempat mencapai rekor tertinggi pada 13 November lalu dengan 1.362 kasus dalam sehari.

Dua hari setelah rekor tersebut, kasus perlahan menurun meski pertambahan masih di atas 1.000 kasus sehari.

Pada 14 November kasus positif bertambah 1.222 kasus, lalu 15 November bertambah 1.071 kasus.

Sepekan setelahnya, penemuan kasus positif turun drastis hingga berada di bawah 1.000 kasus dalam sehari.

Rinciannya, 16 November 705 kasus, 17 November 652 kasus, 18 November 495 kasus, 19 November 444 kasus, 20 November 509 kasus, 21 November 655 kasus, dan 22 November 477 kasus.

Terakhir, masih menggunakan data Satgas Covid-19, pertambahan kasus positif di Jawa Tengah kembali naik ke angka 1.005 kasus pada 23 November.

Angka penemuan kasus positif ini tentunya banyak dipengaruhi oleh testing dan tracing di daerah Jawa Tengah.


Tes Tak Dilaporkan

Sementara data testing Covid-19 di Jawa Tengah tidak dilaporkan di halaman https://corona.jatengprov.go.id/. Pada halaman resmi tersebut, data yang dilaporkan juga berbeda dengan laporan Satgas Covid-19.

Contohnya, pada laporan kasus aktif di laman tersebut hanya berjumlah 7.036 kasus. Padahal Satgas Covid-19 maupun Pemprov Jawa Tengah sama-sama menggunakan laporan teranyar per pukul 12.00 WIB, Senin (23/11/2020).

Kemudian pada tabel penambahan kasus harian, tidak nampak lonjakan kasus yang terjadi pada 13 November lalu. Menurut tabel tersebut, penambahan terbanyak yakni pada 23 November dengan 322 kasus.

Data mingguan Satgas Covid-19 juga tidak melaporkan jumlah testing mingguan di masing-masing provinsi.


Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisamito pernah mengatakan bahwa ada persentase kenaikan positivity rate di Jawa Tengah.

Angka positivity rate Jateng yang rata-rata sebelumnya berada di angka 13,5 persen, menjadi 17,4 persen per laporan Selasa, (17/11).

"Terlihat peningkatan positivity rate di Jawa Tengah menjadi 17,4 persen, ini menandakan ada peningkatan penularan yang signifikan," kata Wiku dalam konferensi pers melalui Youtube Sekretariat Presiden.

Peningkatan positivity rate ini juga disebut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah terjadi lantaran Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi destinasi liburan. Banyak kunjungan orang datang ke Jawa Tengah, sementara pemantauan dan pembatasan dilakukan terbatas.

"Kita lihat ada lonjakan di Jawa Tengah, karena salah satu faktornya itu adalah destinasi favorit wisata," kata Dewi dalam Youtube BNPB, beberapa waktu lalu.

Epidemiolog FKM UI, Pandu Riono juga ikut menyinggung mengenai kondisi pandemi Covid-19 di Jawa Tengah.

Menurutnya, peningkatan kasus di Jawa Tengah terjadi karena saran dari para ahli untuk meningkatkan testing dan membatasi pergerakan warga tak direspons dengan baik oleh pemerintah daerah.

"Yang perlu diwaspadai Jawa Tengah, dan wilayah lainnya. Sudah dikasih saran tapi malah ngeyel pemerintahnya, sehingga banyak terjadi (lonjakan kasus)," kata Pandu pada CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).

Secara keseluruhan, berdasarkan data Satgas Covid-19, total kasus positif di Jawa Tengah mencapai 48.385 orang. Dari jumlah tersebut, 35.751 orang dinyatakan sembuh dan 2.140 orang lainnya meninggal dunia.

Wilayah yang dipimpin Ganjar itu masuk lima besar provinsi dengan kasus positif Covid-19 terbanyak. Selain itu, Jawa Tengah juga menjadi provinsi yang memiliki kasus kematian Covid-19 tertinggi nomor tiga.

Sampai hari ini jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di seluruh Indonesia telah tembus setengah juta orang sejak pemerintah pertama kali mengumumkan pada Maret 2020 lalu.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar