Rocky Urai Makna Anies Baca Buku `Berat` & Singgung soal Bacaan Jokowi

Selasa, 24/11/2020 08:57 WIB

Jakarta, law-justice.co - Pengamat Politik, Rocky Gerung ikut buka suara soal postingan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di akun Twitter miliknya @aniesbaswedan, Minggu (22/11/2020) pagi.

Anies menulis sebuah ucapan selamat menikmati Minggu pagi disertai dengan sebuah foto dirinya yang sedang membaca buku.

Buku yang dipegang Anies tersebut berjudul "How Democracies Die" atau "Bagaimana Demokrasi Mati".

"Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi," tulis Anies Baswedan melengkapi narasi foto yang diunggahnya.

Kata dia, apa yang diunggah Anies sangat menarik untuk diamati karena kita dianggap telah masuk pada duel politik yang sifatnya abstrak.

Cara tersebut, kata Rocky, dinilai lebih elegan dari pada aksi penurunan baliho tokoh sentral Habib Rizieq Shihab, dan memaki-maki artis seksi Nikita Mirzani.

"Enggak perlu begitu. Anies hanya kasih contoh, saling kirim sinyal dengan cara-cara soft power. Tentu dengan judul-judul yang satire, dan lucunya di sebelahnya (meme viral), ada foto Jokowi baca Sinchan,” kata Rocky disitat dari kanal Youtube-nya, Senin (23/11/2020).

Rocky menyebut cara ini sebagai sebuah pertarungan yang menarik ketimbang melakukan aksi panas seperti halnya manuver show off force di Petamburan.

“Mestinya begituan kan, bertanding begituan saja, saling meledek dengan kemampuan intelektual,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengkritik buruknya sikap pemerintah dalam menanggapi persoalan beberapa pekan terakhir.

Kata dia, seolah tengah terjadi pemburukan terhadap demokrasi, bahkan membuatnya tidak tertahan lagi.

Sebab menurutnya, istana dianggap tidak punya orkestrasi yang mengabstraksikan politik sebagai sesuatu yang konseptual.

“(Mereka) Justru terpancing oleh kehadiran Habib Rizieq, lalu Istana kumpulkan buzzer, dimulai dengan rapat rahasia yang belakangan terbongkar. Persoalan kita saat ini (harusnya) agar supaya suhu politik tetap panas, tapi tidak membakar. Maka itu perlu kemampuan akal, bukan kemampuan buzzer,” kata dia lagi.

Rocky kemudian membeberkan sinopsis buku yang dibaca Anies, terbit pada 2018 itu.

“Sinopsis buku itu kan agak paradoks, karena dia mau katakan demokrasi justru memburuk, karena mereka yang terpilih secara demokratis justru memperalat opini publik untuk mempertahankan kekuasaan,” ujar Rocky.

“Memperalat oligarki untuk menghabiskan sumber daya, agak ajaib bahwa kita ada di dalam trek demokrasi, tiba-tiba kita kaget bahwa kenapa trek ini menurun. Padahal orang yang kita pilih harusnya paling tidak mempertahankan,” sambungnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar