Gara-gara Hal Sepele Ini, Ekonomi Indonesia Tak Membaik

Senin, 23/11/2020 22:48 WIB
Menkeu Sri Mulyani ungkap alasan ekonomi Indonesia tak membaik (Doc. Kemenkeu)

Menkeu Sri Mulyani ungkap alasan ekonomi Indonesia tak membaik (Doc. Kemenkeu)

Jakarta, law-justice.co - Libur panjang beberapa waktu lalu benar-benar berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia. Pasalnya, setelah menjalani libur panjang kasus baru Covid-29 meningkat sehingga berpengaruh pada pemulihan ekonomi.

Berkaca dari pengalaman itu, pemerintah saat ini tengah mengevaluasi penerapan libur panjang di akhir tahun ini. Ada kemungkinan libur pengganti lebaran ini ditunda dari yang pernah dijanjikan pemerintah.

"Kalau suasana normal, hari libur orang melakukan aktivitas, berinteraksi kemudian terjadi konsumsi. Tapi yang kita lihat (saat ini) setiap libur panjang jumlah Covid-19 bertambah dan indikator ekonomi tidak membaik atau konsumsi tidak seperti diharapkan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani secara virtual, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, faktor inilah yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan kebijakan libur panjang di akhir tahun. Jokowi juga meminta para menteri untuk melihat perkembangan data selama libur panjang sebelumnya seperti apa.

Dimana, pemerintah benar-benar mempertimbangkan apakah libur panjang ini bisa meningkatkan konsumsi tanpa membuat penyebaran virus semakin luas atau justru sebaliknya yakni konsumsi tidak terjadi dan penyebaran tetap semakin luas.

"Harus kita hati-hati melihatnya apakah dengan ada libur panjang masyarakat, mobilitas tinggi tapi tidak timbulkan belanja dan timbulkan tambahan kasus covid itu yang harus dijaga," tegas Sri Mulyani.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar