Mengapa Pemain Uzur Seperti Ibrahimovic Bisa Angkat Performa Milan?

Minggu, 22/11/2020 22:30 WIB
Zlatan Ibrahimovic (Foto: AC Milan Oficial)

Zlatan Ibrahimovic (Foto: AC Milan Oficial)

law-justice.co - AC Milan menjadi pesaing berat Juventus dalam perburuan gelar Scudeto Serie A musim ini, dan Zlatan Ibrahimovic adalah pemain yang paling berpengaruh di sana. Agen sang pemain, Mino Raiola, menejalaskan kenapa pemain 39 tahun itu bisa begitu berpengaruh bagi Rossoneri.

Siapa sangka Ibra akan kembali berseragam merah hitam setelah sempat bermain di Liga Amerika Serikat (MlS). Ibra sempat bermain untuk AC Milan selama dua musim pada tahun 2010 - 2012. Siapa sangka lagi, pemain yang sudah pensiun di Timnas Swedia itu bahkan kini menjadi tumpuan lini depan AC Milan.

Musim ini, Total Ibra sudah mencetak 8 gol dan 1 assist hanya dalam 5 laga yang dia lakoni di Serie A. Capaian itu cukup untuk membantu tim memimpin klasemen sementara Serie A, unggul 1 poin di atas juara bertahan, Juventus. AC Milan bisa memperlebar jarak menjadi 4 poin jika bisa meraih hasil sempurna dalam laga kontra Napoli malam ini.

Jika berbicara soal performa AC Milan saat ini, Mino Raiola mengatakan bahwa Ibrahimovic adalah sosok yang paling penting. Bahkan dia menyebut, 90 persen dari AC Milan saat ini ada pada diri Ibra.

"Zlatan berada dalam bentuk terbaiknya. Dia bisa bermain sampai 50 tahun, tapi dia hanya mau bermain di level tertinggi. Dia membangkitkan Milan dan kini 90 persen dari tim itu," kata Raiola kepada De Volskrant, dilansir dari Goal.

Sang agen mengatakan, keputusan Milan untuk kembali merekrut mantan pemain Manchester United itu sudah tepat karena Ibra adalah sosok yang menginspirasi di atas lapangan.

"Dia menginspirasi orang-orang bukan dengan apa yang dia katakan, tapi dengan apa yang dia lakukan. Dia sangat kritis terhadap diri sendiri. Kegagalan bisa membuatnya menjadi gila," ucap Raiola.

Raiola menambahkan, Ibra selalu membawa angin perubahan pada klub yang dia singgahi.

"Di mana PSG sebelum Ibrahimovic? Di mana Milan? Dia menetapkan standar pada klub-klub itu, lalu dimanfaatkan mereka untuk tahun-tahun berikutnya. Dia meneruskan pelajaran ini ke generasi berikutnya dan itulah kenapa dia harus bermain selama mungkin," ucap dia.

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar