Sruput Kopi Arabika Hyang Argopuro, Dipetik Saat Biji Sudah Merah

Minggu, 22/11/2020 20:01 WIB
Kopi Arabika Hyang Argopuro (timesindonesia)

Kopi Arabika Hyang Argopuro (timesindonesia)

Jawa Timur, law-justice.co - Akhirnya Kopi Arabika Hyang Argopuro, mendapatkan Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Dalam surat dari Kemenkumham dijelaskan, bahwa pengajuan IG Hyang Argopuro tertanggal 19 Desember 2019 lalu. Dengan nomor permohonan: E-IG.10.2019.000018.

Kepala Bidang Pelayanan Hukum, pada Kemenkumham Kanwil Jawa Timur, Mustiqo mengatakan, secara umum Kopi Bondowoso ini bagus.

"Dan sudah ada Kopi Java Ijen Raung, dan sekarang sudah ada tambahan Kopi Argopuro. Hal ini membuat Kabupaten Bondowoso punya dua sertifikat IG," katanya.

Sementara Sekretaris Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Hyang Argopuro, Totok Adiwiyono mengatakan, IG ini mempunyai manfaatnya besar.

"Seperti meningkatkan daya saing, dan bisa masuk ke pasar global, karena sudah mempunyai nilai tambah," jelasnya.

Adapun lahan yang didaftarakan di Argopuro, sekitar 160 hektar. "Sebagian lahan milik warga, sebagian kerja sama dengan Perhutani,” imbuhnya.

Di sisi lain, sebagaimana dikatakan oleh Ketua tim pendamping LMDH Argo Santoso, Ir Bambang Kusmanadhi, petani kopi lereng Pegunungan Argopuro perlu mendapatkan banyak mendapatkan pendampingan.

"Petani kopi Desa Curahpoh yang tergabung dalam LMDH Argo Santoso, belum melakukan penanganan pascapanen kopi dengan baik," kata Bambang.

Menurutnya, petani masih banyak yang belum melakukan petik merah. Bahkan ia melakukan sampling terhadap kualitas panen di beberapa petani kopi di Desa Curahpoh.

"Hasilnya buah merah hanya 41,7 persen dan 58,3 persen buah hijau dan jelek atau busuk. Jelas hal ini yang menyebabkan kualitas kopi Curahpoh tidak baik," imbuhnya.

Selain itu kata dia, petani juga memanfaatkan mesin penggilingan padi, dalam proses pemisahan kuliat buah dan kulit tanduk kopi untuk menghasilkan biji Oce Kopi.

"Mesin yang tidak sesuai spesifikasi menyebabkan banyaknya biji Oce Kopi yang pecah. Kami memperkenalkan mesin kopi pada petani di san," jelasnya.

Ia berharap petani kopi Arabika Hyang Argopuro di Lereng Argopuro Bondowoso terus mendapatkan pembinaan. "Dalam pelatihan petani menyadari pentingnya mesin. Sebab kalau menggunakan mesin penggilingan padi banyak sekali yang pecah," ucapnya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar