Hina NU, Penangguhan Penahanan Gus Nur Ditolak Polisi

Sabtu, 14/11/2020 06:29 WIB
Permintaan penangguhan penahanan Gus Nur ditolak polisi (tribunnews)

Permintaan penangguhan penahanan Gus Nur ditolak polisi (tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Kuasa hukum dari tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, Chandra Purna Irawan mengatakan penahanan terhadap kliennya tak bisa ditangguhkan oleh penyidik.

Padahal, menurut dia, sebelumnya sudah disampaikan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari kuasa hukum, ulama, keluarga, tokoh nasional dan politisi. Chandra menjelaskan, berdasar Pasal 31 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan PP Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP, kliennya memenuhi syarat untuk memperoleh penangguhan penahanan.

“Semestinya surat penangguhan penahanan dikabulkan secara objektif," ujar Chandra.

Lebih lanjut Chandra mengatakan, semestinya penyidik mengabulkan penangguhan secara subjektif. Sebab, sudah ada jaminan bahwa Sugik tidak akan melarikan diri, menghilangkan bukti ataupun mengulangi tindak pidana lagi.

“Namun, saat kami tanyakan, malah diberi surat perpanjangan masa penahanannya. Artinya, permohonan penangguhan diabaikan dan penyidik justru memperpanjang masa penahanan,” tambah Chandra.

Menurut Chandra, dirinya beberapa hari lalu membaca berita tentang pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono perihal berkas perkara Sugi dalam kasus ujaran kebencian sudah masuk pada tahap finalisasi.

“Sehingga, dalam waktu dekat berkas kasus ini dilimpahkan ke kejaksaan. Saat ini penyidik tinggal melengkapi berkas perkara yang kurang saja. Katanya segera akan dilimpahkan, tetapi masa penahanan malah diperpanjang?” imbuh Chandra.

Sebelumnya Bareskrim menangkap Sugi Nur di Malang, Jawa Timur, pada 24 Oktober 2020 dini hari. Penangkapan itu sebagai tindak lanjut atas laporan beberapa pihak yang memerkarakan pernyataan Sugi dalam wawancaranya dengan Refly Harun di YouTube.

Salah satu yang melaporkan Sugi ialah Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon Kiai Aziz Hakim. Laporan itu didasari pernyataan Gus Nur yang dianggap menghina NU.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar