Aneh, Hanya Premier League yang Berlakukan 3 Pergantian Pemain

Selasa, 10/11/2020 16:01 WIB
Logo Premier League

Logo Premier League

law-justice.co - Pelatih-pelatih di Premier League mulai protes dengan aturan yang hanya mengizinkan pergantian 3 pemain. Padatnya jadwal di masa pandemi COVID-19 membuat sebagian besar pemain harus bekerja keras dan bermain dalam rentang waktu yang lebih sempit.

Premier League adalah satu-satunya liga top eropa yang hanya memberlakukan pergantian 3 pemain. Sementara liga-liga lainnya mengizinkan klub untuk melakukan 5 pergantian pemain selama 90 menit.

Aturan tentang pergantian 5 pemain sebetulnya sempat diberlakukan di Inggris pada awal musim lalu, tapi aturan tersebut dibatalkan dan kembali ke aturan semula yang hanya mengizinkan pergantian 3 pemain.

Banding terhadap putusan tersebut sempat ditolak dua kali karena tidak memenuhi syarat miniman 14 klub yang menginginkan keputusan tersebut diberlakukan.

Beberapa pelatih terkemuka kini mulai berteriak. Banyak dari pasukannya yang cidera karena rentang antara kompetisi lokal dan eropa yang terlampau padat.

Baru-baru ini, Bos Liverpool Jurgen Klopp dan pelatih Manchester City Pep Guardiola mengatakan regulasi tersebut berkontribusi pada cidera pemain mereka dan menurunnya performa tim.

Pelatih West Ham David Moyes mengatakan, dia telah berubah pikiran setelah awalnya mendukung kembalinya pergantian 3 pemain. Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer sangat marah karena timnya yang dipilih untuk bermain pada slot jam makan siang pada hari Sabtu di Everton, padahal Setan Merah baru kembali dari pertandingan Liga Champions di Turki pada Kamis pagi.

Demikian pula dengan Tottenham yang memiliki kick-off siang hari di West Brom pada hari Minggu, setelah pertandingan Liga Eropa pada Kamis malam di Bulgaria melawan Ludogorets.

Namun manajer Aston Villa Dean Smith yakin bahwa aturan 3 pemain pengganti sudah tepat diterapkan di Inggris. Mantan striker Inggris Chris Sutton juga berpendapat hal yang sama, bahwa pergantian 5 pemain hanya menguntungkan klub-klub kaya yang mampu membeli pemain mahal.

"Mereka semua adalah manajer yang luar biasa tetapi mereka bertindak seperti anak-anak manja. Ini elitisme dari klub-klub besar. Yang penting tentang olahraga adalah persaingan dan jika kita kembali ke lima pergantian pemain, itu akan menguntungkan klub-klub terkuat," kata dia, dilansir dari BBC Sport.

(Januardi Husin\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar