Keponakan Perempuan Prabowo Dinilai Punya Ciri Pemimpin Represif

Kamis, 29/10/2020 20:01 WIB
Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati dinilai punya ciri-ciri pemimpin represif (fin.co.id)

Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati dinilai punya ciri-ciri pemimpin represif (fin.co.id)

Tengsel, law-justice.co - Cara Rahayu Saraswati, keponakan peremuan Prabowo Subianto menanggapi kritikan menunjukkan bahwa dalam dirinya ada ciri-ciri pemimpin represif. Hal itu disampaikan oleh pengamat politik Rachmayanti Kusumaningtyas.

Meurut dia, respon calon Wakil Walikota Tangerang Selatan itu terhadap foto dirinya sangat berlebihan. Menurut Rachmayanti, sebagai mantan anggota DPR RI, sebagai Wakil Ketua Umum Partai dan sebagai calon pejabat publik, Saraswati seharusnya sadar jika kehidupan pribadinya akan diakses masyarakat, termasuk memantik beragam reaksi dan kritik.

“Sebagai pejabat publik, apalagi calon wakil kepala daerah, Saras seharusnya sadar jika seluruh kehidupan pribadinya akan diakses oleh publik, akan dikritisi dan seterusnya. Bahkan di Tangsel ini urusan keluarga dan urusan pribadi calon lain juga dipertanyakan netizen, itu biasa saja," kata Rachmayanti di kawasan BSD, City, Kamis (29/10/2020).

Di sisi lain, Rachmayanti menilai rencana Saraswati yang akan memperkarakan warga Tangsel ke kepolisian menunjukan karakternya dalam menghadapi persoalan.

“Saya kok melihat apa yang akan dilakukan Saras, melaporkan salah seorang pemilik akun dengan ancaman UU ITE, menjadi karakter yang akan terus dilakukan Saras. Tidak mengedepankan dialog, Saras justru bertindak represif, padahl itu warganya atau calon warganya. Jadi dia belum terpilih saja sudah begitu, bagaimana nanti jika terpilih, setiap kritik yang disuarakan masyarakat bisa saja berakhir dengan jerat UU ITE,” ujar Rachmayanti.

Menurut Rachmayanti, Tangsel memiliki budaya kekeluragaan yang kental. Karenanya, setiap persoalan yang terjadi, akan lebih dulu diutamakan dialog.

Namun, cara tersebut tak dilakukan Saraswati. Di sisi lain, Rachmayanti menilai, Saraswati seperti sengaja membuat perkara tampak besar demi mengundang simpati publik.

“Saras sepertinya benar-benar memanfaatkan kasus ini sebagai panggung pencitraan. Dia menampakkan seolah-olah menjadi korban, dan berharap mendapat simpati dan dukungan masyarakat, padahal memaafkan justru akan menuai simpati. Tapi sekali lagi itu memang kembali pada karakter pribadi, memaafkan memang barang sangat mewah,” kata Rachmayanti.

Seperti diketahui, foto kehamilan perempuan yang akrab disapa Saras ini muncul dengan komentar yang tak sedap di media sosial Facebook. Foto lama yang telah diposting Saras di akun media sosial pribadinya tersebut memperlihatkan seluruh perut Sara yang terbuka.

Pemilik akun Bang Djoel kembali mengunggah foto tersebut di akun Facebook, sembari menempatkan komentar yang dianggap melecehkan. "Yg mau coblos udelnya silakan. Udel dah diumbar, pantaskah jadi panutan apalagi pemimpin tangsel ??," tulisnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar