Ini Pernyataan Lengkap Gus Nur yang Hina NU, Ada Kata Sopir Mabuk

Kamis, 29/10/2020 17:37 WIB
pernyataan lengkap Gus Nur saat hadri sebagai narsum di Podcast Refly Harun (Youtube Refly Harun).

pernyataan lengkap Gus Nur saat hadri sebagai narsum di Podcast Refly Harun (Youtube Refly Harun).

Jakarta, law-justice.co - Tim Bareskrim Polri telah menangkap dan menetapkan Gus Nur sebagai tersangka karena diduga melakukan penghinaan atau ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) serta beberapa tokohnya. Kini dia juga telah ditahan oleh polisi.

Adapun pernyataan itu disampaikan oleh Gus Nur saat hadir sebagai narasumber dalam podcast Refly Harun. Saat itu, dia menyebut NU sebagai bus umum, dan bahkan disopiri orang mabuk.

Mengutip dari channel YouTube Refly Harun, begini pernyataan lengkap Gus Nur yang menghina NU:

Saya dari lahir sampai dapat hidayah, dulunya jahiliyah, saya gak tahu NU kultural, tradisional, struktural itu apa? Yang saya tahu mbah saya NU, bapak saya NU, kakek saya NU, qunut NU, Muhammadiyah tidak qunut.

Saya hanya tahu kulit-kulitnya saja. Tidak pernah mendalami NU apa? Saya sama seperti nahdliyin lainnya pada umumnya, NU ya NU.

Tapi wallahu alam bisswab, saya juga tidak paham. Saya tidak ada apa-apa, sebelum ada rezim ini. Sebelum rezim ini, ke mana jalan dikawal Banser. Saya adem ayem sama NU. Ndak pernah ada masalah. Nah, tapi setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat itu berubah.

Saya ibaratkan NU sekarang itu seperti bus umum. Sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan. Dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Merokok, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga.

Jadi kesucian NU yang selama saya kenal itu tidak ada sekarang ini. Hanya itu, sekulit ari-aja aja. Kok jadi pusing dengerin apa, di bus yang namanya NU ini.

Ya tadi itu, bisa jadi keneknya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yakult, sopirnya KH Said Aqil Sirajd. Mungkin begitulah.

Nah, penumpangnya itu liberal, sekuler, macam-macam di situ, PKI numplek di situ. Dan selama ini gak ada setahu saya, ngerokok, minum, campur. Pusing saya, akhirnya saya turun dari bus. Hanya itu, saya paham.

Tiba-tiba saya juga berontak, ada kiai-kiai yang saya hormati, tiba-tiba keluar masuk istana, keluar masuk ke ranah kekuasaan, udah main duit, main money politik.

Saya berontak. Pertanyaannya mengapa berontak? Saya juga tidak tahu, tiba-tiba jadilah saya seperti ini.

Dituduh memusui NU, menyerang NU, dilaporin NU, disidang gara-gara NU, diketok 1,5 tahun gara-gara saya menghina NU. Banding ditolak, kasasi belum tahu, masuk belum tahu.

Kalau dibelah dada saya, gak mungkin Syiah. Dibelah Muhammdiyah, gak mungkin. Dibelah HTI gak mungkin. Ini logikanya, dibelah, mungkin NU, mbah saya juga begitu.

Tapi NU yang sekarang ini, saya benar tidak hormat, tidak respect sama sekali.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar