Begini Penjelasan Polisi Soal Wanita yang Mau Bakar Kantor Anies

Rabu, 28/10/2020 21:38 WIB
Penjelasan polisi  soal wanita yang mau bakar kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Penjelasan polisi soal wanita yang mau bakar kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Jakarta, law-justice.co - Kepolisian sektor (Polsek) Gambir akhirnya memberikan penjelasan soal adanya seorang perempuan yang ingin membakar kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Polisi bahkan sudah mendatangi gedung Balai Kota setelah pelaku kedapatan membawa bensin.

"Kami pagi tadi jemput bola ke Balai Kota untuk klarifikasi dan olah tempat perkara kejadian (TKP) atas informasi tersebut," kata Kanit Polsek Gambir Kompol Gunarto seperti dilansir dari detikcom, Rabu (28/10/2020).

Namun, saat polisi datang ke lokasi, kondisi gedung Balai Kota tengah tutup karena sedang cuti bersama. Gunarto sendiri mengatakan pihaknya juga belum menerima laporan polisi dari pihak Balai Kota terkait peristiwa tersebut.

Dia mengatakan pihaknya hanya mendapatkan surat pemberitahuan terkait insiden tersebut pada Selasa (27/10) sekitar pukul 22.30 WIB.

"Kami belum terima laporan, hanya surat dari Balai Kota yang menjelaskan kejadian. Surat kami terima tadi malam pukul 22.30 WIB, sedangkan kejadian pagi hari," ujar Gunarto.

Seperti diketahui, seorang wanita mencoba membakar Blok G Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan. Wanita itu membawa bensin untuk membakar salah satu gedung di kawasan Balai Kota tersebut.

"Kejadiannya itu kemarin (27/10) jam 12 siang," ucap Kabiro Umum Budi Awaludin, Rabu (28/10).

Budi menyebut perempuan yang berniat membakar gedung Balai Kota DKI Jakarta mengalami gangguan jiwa. Hal itu diketahui dari surat yang dibawanya dan berisi keterangan aneh.

Surat yang dibawa wanita itu merupakan surat pengaduan yang akan diajukan kepada Biro Perekonomian, di lantai 12 Blok G, area Balai Kota DKI Jakarta. Namun isi suratnya dinilai tidak masuk akal karena mengaku memiliki uang di Bank DKI dan akan dibagikan kepada polsek-polsek di Jakarta.

"Kami menduga ibu ini juga tidak waras karena suratnya juga surat aneh, bahasanya juga tidak beraturan," ujar Budi.

"Bahasanya, suratnya mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI, terus karena dia mewakili polsek-polsek. Seperti itu, jadi ngaco," ujarnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar