Deklarator Ungkap KAMI Saat Ini Konsentrasi Hadapi Bareskrim Polri

Senin, 26/10/2020 20:54 WIB
Deklarasi KAMI Di Tugu Proklamasi. (Helmi/law-justice.co)

Deklarasi KAMI Di Tugu Proklamasi. (Helmi/law-justice.co)

Jakarta, law-justice.co - Setelah delapan petinggi dan anggotanya ditangkap beberapa waktu lalu, perjuangan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) disebut sudah surut. Penilaian itu dibantah oleh deklarator KAMI Andrianto.

Dia membantah KAMI tak mau lagi mengkritisi kebijakan yang ada. Namun, kata dia, saat ini KAMI sedang konsentrasi membantu rekannya yang ditahan oleh Bareskrim Polri.

"Kalau dibilang tiarap nggak juga, konsentrasi kita 90 persen ke Bareskrim, untuk mengatasi tekanan yang mungkin dihadapi teman-teman yang sedang ditahan," ujar Andrianto seperti dilansir dari sindonews, Senin (26/10/2020).

Andrianto menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan analisis apakah ada skenario sekadar ingin melumpuhkan KAMI atau membunuh KAMI.

Di luar upaya yang dilakukan KAMI di tingkat pusat, kata Andrianto, jejaring KAMI di berbagai daerah terus bergerak. Pekan lalu misalnya, digelar deklarasi KAMI Sumatera Selatan.

"Ke depan dilanjutkan ada deklarasi di Jambi. Pada 10 November juga akan digelar deklarasi di Lampung. Persoalan dihadiri atau tidak oleh Presidium, itu hanya masalah teknis," katanya.

Diberitakan sebelumnya, suara KAMI dinilai tak lagi terdengar untuk mengkritisi kebijakan pemerintah setelah sejumlah aktivisnya ditangkap polisi. Padahal, publik menunggu konsistensi KAMI sebagai gerakan moral dan intelektual.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno tak menampik bahwa gerakan KAMI cenderung tak terdengar lagi setelah para aktivisnya ditangkap.

"Manuver mereka tak lagi kelihatan. Pertemuan atau deklarasi di beberapa daerah kini tak lagi ada," kata Adi.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar