Nyali Militer Amerika Ciut Dengan Kapal Perang Raksasa China

Minggu, 25/10/2020 18:18 WIB
Kapal Militer China bikin Ciut Militer AS

Kapal Militer China bikin Ciut Militer AS

Jakarta, law-justice.co - Armada Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang meningkat secara signifikan semakin menjadi sorotan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces). Militer China diyakini sudah berhasil melewati tingkatan kekuatan pasukan Amerika Serikat (AS), terutama di sektor armada tempur laut.

Amerika tahu, saat ini China sedang membangun dua kapal induk raksasa. Pembuatan dua kapal induk militer China membuat Amerika lagi-lagi tercengang, setelah melihat progresivitas teknologi militer China. Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Business Insider, AS meyakini pihaknya bisa saja menang jika perang terjadi saat ini. Akan tetapi, kemenangan itu hanya jadi angan-angan di masa yang akan datang.

Tolak ukur pertama dilihat dari jumlah unit pesawat tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Laut AS, yang dibandingkan dengan jet tempur Shenyang J-15 yang jadi andalan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China.

Jet tempur J-15 diyakini memiliki banyak keunggulan jika dihadapkan dengan pesaingnya, F/A-18. Akan tetapi, nilai plus yang dipunyai pesawat tempur China itu justru tidak berarti lantaran Angkatan Laut China belum memiliki banyak kapal induk. Seperti yang diketahui, saat ini China baru memiliki dua kapal induk, Liaoning 001 dan Shandong 002.

Oleh sebab itu, jika sampai kapal induk ketiga dan keempat Angkatan Laut China rampung maka sayap tempur yang diperkuat pesawat J-15 akan lebih besar. Hal ini lah yang jadi perhatian utama Departemen Pertahanan AS (US Departement of Defense).

"(Kapal induk baru China) akan lebih besar dan dilengkapi dengan sistem peluncuran ketapel. Itu akan memungkinkan dukungan pesawat tempur tambahan dan pesawat peringatan dini. Operasi penerbangan yang lebih cepat, dan dengan demikian, akan memperluas jangkauan serta efektivitas pesawat tempur berbasis kapal induk," bunyi pernyataan Pentagon.

Apa yang diyakini Pentagon juga tak lolos dari pengamatan Timothy Heat, peneliti pertahanan senior dari Rand Corporation, organisasi nirlaba yang mendukung penelitian dan analisis Angkatan Bersenjata AS. Heat meyakini, kapal induk baru China akan menjadi kompetitor kapal induk kelas Nimitz yang jadi andalan Angkatan Laut AS.

"Dengan kapal induk seperti itu, Anda mulai bicara tentang pesaing potensial untuk Nimitz. Anda bisa membayangkan, sebuah kapal induk China dengan varian J-15 yang lebih canggih, misi berkualitas tinggi, dan mungkin ada 10, 11, 12 rudal yang dimuat dalam setiap pesawat," ucap Heat.

Dalam berita VIVA Militer, Jumat 10 Juli 2020, dilaporkan jika kapal induk terbaru China akan memiliki bobot sebesar 85.000 ton. Meskipun masih kalah besar dengan tiga kapal induk kelas Nimitz milik AS semisal USS Nimitz, USS Dwight D. Eisenhower, atau USS Carl Vinson, kapal induk terbaru China akan tetap jadi ancaman.

Menurut laporan The National Interest yang dikutip VIVA Militer, saat ini China jadi negara dengan armada laut terkuat di dunia dilihat dari segi kuantitas kapal. Saat ini, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China memiliki 360 kapal perang. Jumlah tersebut jauh berada di atas Angkatan Laut Amerika yang hanya memiliki 297 kapal perang.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar