Makin Sulit Diatasi, WHO Sebut 5 Negara ini Kasus Covid-19 Terbanyak

Sabtu, 24/10/2020 21:57 WIB
Ilustrasi Kasus Global Covid-19

Ilustrasi Kasus Global Covid-19

Jakarta, law-justice.co - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom menyebut beberapa negara berada di jalur kritis dan berbahaya menghadapi pandemi COVID-19. Layanan kesehatan disebut Tedros tengah berada di bawah tekanan bahkan kritis akibat kelebihan kapasitas.

"Beberapa negara berada pada titik kritis dalam kasus pandemi Covid-19, terutama di belahan bumi utara," kata Tedros Adhanom dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters. "Beberapa bulan ke depan akan menjadi sangat sulit dan beberapa negara berada di jalur yang sangat berbahaya," tegasnya.

Ia mendesak pada pemimpin negara untuk mengambil tindakan tegas. Hal ini demi mencegah angka kematian akibat COVID-19 yang terus tercatat. "Kami mendesak para pemimpin untuk segera mengambil tindakan, untuk mencegah kematian yang tidak perlu lebih lanjut, layanan kesehatan penting diperhatikan dan sekolah ditutup lagi," jelasnya.

Tak hanya di Asia, Corona di Eropa kini kembali mencetak rekor. Penambahan kasus harian di 10 hari terakhir bahkan tercatat dua kali lipat hingga tembus 200 ribu kasus dalam sehari.

Berdasarkan laporan worldometers pada Sabtu (24/10/2020), Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 paling tinggi. Baik laporan kasus harian dan angka kumulatif COVID-19.

Berikut detail perkembangan kasus Corona tertinggi di dunia:

Amerika Serikat

Kasus baru: 69.785
Total kasus: 8.735.528

India

Kasus baru: 54.028
Total kasus: 7.813.668

Brasil

Kasus baru: 21.022
Total kasus: 5.353.656

Rusia

Kasus baru: 17.340
Total kasus: 1.480.646

Spanyol

Kasus baru: 19.851
Total kasus: 1.110.372

Sementara Indonesia berada di peringkat ke 19 di dunia dengan catatan kasus harian 4.369 sehingga totalnya berada di angka 381.910. Namun, peringkat ke 5 tertinggi di Asia, setelah Irak dan Bangladesh.

(Asep Saputra\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar