Alasan Dokter Tirta Minta Vaksin Asal China Disuntik ke Pejabat Duluan

Sabtu, 24/10/2020 08:59 WIB
Dokter Tirta minta vaksin Covid-19 asal China disuntik ke pejabat terlebih dahulu (Tribunnews)

Dokter Tirta minta vaksin Covid-19 asal China disuntik ke pejabat terlebih dahulu (Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Dokter Tirta Mandira Hudi kembali berbicara soal vaksin Covid-19. Menurutnya, vaksin asal China yang rencananya dipakai oleh Indonesia belum sepenuhnya selasai uji klinis. Oleh karena itu, dia meminta agar vaksin tersebut disuntikkan terlebih dahulu kepada para pejabat di tanah air.

Terkait pernyataan yang disampaikan di media sosial instagram itu, dia mengaku banyak orang yang melaporkannya. Ia pun menyebutkan jika hal tersebut adalah resiko yang harus ditanggungnya.

Menurut dr Tirta banyak sekali pihak yang mengancam dengan UU ITE untuk membungkam dirinya bersuara. Ia pun memposting cuitannya soal kebebasan berpendapat.

"Logika liar kok ga boleh wkwkw. Otak ya otak gue kok diatur-atur. Apa-apa main lapor, UU ITE lah, apalah, karena beda pendapat. Penjara penuh karena orang beropini. Kalo lu mau pendapat sama semua, ke Korut atau China aje sono. Takut tuh sama Allah boskuu," tulisnya.

Pada beberapa postingan lainnya ia pun mencantumkan beberapa berita lainnya seperti permasalahan vaksin impor yang belum diuji klinis tahap tiga.

Hal tersebut pun dijawab oleh Menkes Terawan. Namun ia kembali mempertanyakan kenapa vaksin yang belum teruji tersebut dibeli oleh Indonesia dan pengujiannya dilakukan pada nakes serta relawan.

"Saya meminta PEJABAT duluan yang pertama disuntik vaksin. Barengan ama saya. Yok, mosok aku tok bos (ya, masa saya aja bos)," tulisnya pada salah satu poin di unggahannya.

Tak hanya itu saja, dr Tirta pun turut merasa aneh saat mengetahui pembeli terbanyak vaksin sinopharm dan sinovac yang berasal dari China itu adalah Indonesia.

Selain itu ia juga menyoroti perihal keikutsertaan Indonesia ke dalam COVAX. Ia menyayangkan pilihan pemerintah untuk bergabung dalam gerakan yang dibuat oleh WHO tersebut.

"Jadi saya mengajari kalian soal COVAX. COVAX ini diikuti oleh 170 negara. Jadi COVAX ini menjanjikan, kalau kamu naruh duit di COVAX, kamu akan mendapatkan hal ini. Mendapatkan dosis minimal 20 persen dari populasi, kedua, penyebaran vaksin tepat waktu begitu tersedia, mengakhiri pandemi yang fase akut, ketiga, reboot ekonomi dengan syarat kamu naruh duit di COVAX," katanya.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar