Haris Rusly: Kartel Farmasi Sedang Berebut Pengaruh Istana Negara!

Jum'at, 23/10/2020 12:31 WIB
Haris Rusly Moti (lamanberita)

Haris Rusly Moti (lamanberita)

Jakarta, law-justice.co - Aktivis Petisi `28, Haris Rusly Moti kembali melontarkan kritikan kerasnya terhadap pemerintahan Presiden Jokowi.

Kali ini dia lewat akun twitter pribadinya menyoroti soal potensi perebutan keuntungan dari pengadaan vaksin dan obat Covid-19.

Kata dia, saat ini kartel farmasi atau mafia obat sedang berlangsung memperebutkan pengaruh di istana negara.

Menurut dia, hal ini sangat berbahaya bagi rakyat. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan benar, pengadaan vaksin ini justru akan menjadikan rakyat sebagai korban.

"Sobat, perang antar kartel farmasi atau mafia obat sedang berlangsung memperebutkan pengaruh di istana negara. Membahayakan keselamatan rakyat. Jika perang ideologi, isi kepala yg diperebutkan, dampak mematikannya jangka panjang. Beda perlombaan vaksin, mematikan jangka pendek." kicaunya di twitter, Kamis 22 Oktober 2020.

Dia menambahkan, oligarki tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Pasalnya menurutnya, keuntungan dari pengadaan vaksi ini sangat bersar dan menggiurkan.

"Sobat, yg berbahaya dari perang antar kartel farmasi dalam wujud perlombaan vaksin, karena orientasi rente dari oligarki istana & lingkarannya. Keruk keuntungan dari penderitaan rakyat. Mazhab ISIS (Ikut Sana Ikut Sini) dalam pengadaan vaksin tak pertimbangan keselamatan rakyat." tambahnya.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Sobat, perang antar kartel farmasi atau mafia obat sedang berlangsung memperebutkan pengaruh di istana negara. Membahayakan keselamatan rakyat. Jika perang ideologi, isi kepala yg diperebutkan, dampak mematikannya jangka panjang. Beda perlombaan vaksin, mematikan jangka pendek.</p>&mdash; HARIS RUSLY MOTI (@motizenchannel) <a href="https://twitter.com/motizenchannel/status/1319303770497413120?ref_src=twsrc%5Etfw">October 22, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar