Sederhana Saja, Ini 5 Tips Liburan Panjang Aman dari Tertular Covid-19

Jum'at, 23/10/2020 11:00 WIB
Wisata alam murah meriah  yang berada di wilayah Timur, Bogor tepatnya di Desa Ligar Mukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah Pemandian Mata Air Sodong. Masa pandemi corona masyarakat sekitar tetap antusias untuk berwisata. Mata Air Sodong ini tidak pernah mengalami kekeringan meskipun terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Robinsar Nainggolan

Wisata alam murah meriah yang berada di wilayah Timur, Bogor tepatnya di Desa Ligar Mukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah Pemandian Mata Air Sodong. Masa pandemi corona masyarakat sekitar tetap antusias untuk berwisata. Mata Air Sodong ini tidak pernah mengalami kekeringan meskipun terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Liburan panjang akhir pekan depan, mulai 28 Oktober sampai 1 November, diperkirakan bakal dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur.

Akan tetapi, Pemerintah mengimbau agar sebisa mungkin masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

Pasalnya, banyak pihak memprediksi, liburan panjang itu bisa saja memicu peningkatan kasus baru Covid-19.

Hal itu mengingat tingginya mobilitas masyarakat, utamanya di tempat dan lokasi wisata.

Lalu, apa tips yang harus dilakukan masyarakat agar bisa tetap melakukan liburan aman dari penularan Covid-19?

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menyebut, setidaknya ada lima tips mudah yang bisa dilakukan.

Pertama, hindari percikan air liur saat berbicara.

Menurutnya, penyebaran virus Covid-19 banyak terjadi melalui penularan droplet atau dari percikan air liur saat berbicara dengan orang yang positif Covid-19.

Karena itu, masyarakat harus patuh untuk selalu memakai masker. Selain itu, tak kalah penting adalah dengan hindari kerumunan.

“Untuk masker berbahan kain hanya melindungi 70 persen. Sedangkan masker bedah 80-90 persen. Masker paling aman jenis N95,” ungkapnya seperti melansir pojoksatu.id.

Kedua, hindari kerumunan, apalagi yang tidak menerapkan jaga jarak aman.

“Pilih daerah wisata yang tidak terlalu padat untuk menghindari potensi penyebaran virus Covid-19,” tuturnya.

Ketiga, kenali dulu lokasi wisata yang akan dituju apakah masuk zona hijau, kuning, oranye atau merah.

Caranya, bisa diketahui melalui laman resmi Covid-19, atau menanyakan langsung ke kantor pemerintahan setempat.

“Tapi disarankan memilih lokasi liburan di zona hijau yang relatif lebih aman,” saran dia.

Keempat, pastikan bahwa lokasi wisata yang dituju adalah tempat terbuka atau outdoor, seperti pantai dan wisata pegunungan.

“Hindari ruangan tertutup yang tidak masuk cahaya matahari dan udara,” sambungnya.

Kelima, pastikan bahwa kesehatan dalam kondisi fit dan sehat sebelum berangkat berlibur.

“Jika kondisi fisik bermasalah, sebaiknya tunda perjalanan atau mencari hiburan di dekat rumah dengan jarak yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Tri menekankan, yang paling penting dari semuanya adalah, masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Mulai dari wajib memakai masker yang menutupi hidung dan mulut. Lalu wajib menjaga jarak, utamanya saat berbicara.

“Dan yang tak kalah penting adalah selalu mencuci tangan dengan sabun, setelah beraktivitas,” tandasnya.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar