Fadli Zon Ungkap AS Undang Prabowo Karena Bakal Beli Senjata China

Rabu, 21/10/2020 06:18 WIB
Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut kunjungan Manteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat memiliki sejumlah tujuan yang berdampak penting bagi posisi Indonesia di mata dunia.

Dia menjelaskan, kunjungan Prabowo ke Washington DC memunyai arti penting bagi diplomasi pertahanan Indonesia dan bagi pribadi Prabowo sendiri.

"Kunjungan tersebut akan meningkatkan kerja sama pertahanan Indonesia-AS ke level yang lebih tinggi. Sejak 2005, hubungan militer kedua negara telah mengalami proses normalisasi," papar Fadli melalui utasannya yang dikutip Selasa (20/10/2020).

Sejumlah kerja sama antardua negara tersebut, dicatat Fadli, telah berhasil dicapai. Seperti penyelenggaraan forum Indonesia-US Security Dialogue, International Military Education and Training (IMET), Foreign Military Financing (FMF), dan Foreign Military Sales (FMS).

Namun, menurut Fadli kerja sama tersebut perlu dirawat. Salah satunya dengan berkunjungnya Prabowo ke negeri Pakde Sam.

Fadli menyebut, kunjungan Prabowo ke Amerika sebagai upaya penguatan alat utama sistem pertahanan Indonesia atau alitsista.

Sebelumnya, Prabowo telah melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk memperkuat pengadaan alutsista RI seperti ke Perancis, Cina, Rusia, dan Turki.

"Namun, rencana pembelian sejumlah pesawat tempur dari Rusia atau kapal laut dari Cina ternyata telah disambut reaktif oleh AS," ungkap Fadli.

Ia menambahkan, Indonesia terancam dikenakan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CATSA) jika meneruskan niat dan proses pembelian alutsista dari negara tersebut.

Oleh karena itu, kunjungan Prabowo ke Amerika dinilai Fadli sangat diperlukan untuk menjaga hubungan politik luar negeri bebas-aktif.

Selain itu, Fadli juga menyebut Prabowo bisa memainkan kartunya dengan membawa Indonesia sebagai aktor penting dalam politik Asia Pasifik bagi Amerika.

Hal itu dilihat dari menurunnya hubungan geopolitik AS-Rusia, dan krisis di Semenanjung Korea, serta sikap Cina yang sempat menegang semenjak Covid-19 melanda.

"Itulah sebabnya, kunjungan kerja Pak @prabowo sangat penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai aktor strategis di kawasan. Kartu ini saya kira harus dipergunakan untuk kepentingan nasional. Prabowo punya kapasitas memainkan isu-isu semacam ini," jelas Fadli.

Sementara itu, Fadli menilai kunjungan Prabowo ke Pentagon pun bermanfaat bagi pribadi Menteri Pertahanan RI itu.

"Sementara, bagi Prabowo sbg pribadi, undangan ke Pentagon itu juga punya banyak arti penting. Dia selama ini selalu dikesankan sebagai tokoh kontroversial oleh beberapa negara. Dengan kunjungannya ke Washington DC, saya kira orang akan bisa menilai secara lebih dekat bahwa @prabowo tidaklah seperti yang mereka anggap sebelum ini," imbuh Fadli.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan.

Dalam pernyataan gabungan yang dirilis Departemen Pertahanan AS, Jumat (16/10) usai pertemuan di Pentagon.

Esper menyampaikan pentingnya penegakan Hak-Hak Asasi manusia (HAM), hukum dan profesionalisasi. Sementara kedua negara itu memperluas kerja sama.

Menteri Prabowo menyampaikan pentingnya kerja sama militer dalam semua tingkatan. Dia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan AS terhadap modernisasi pertahanan di Indonesia.

Kedua pejabat menyatakan keinginan untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan militer bilateral dan bekerja sama dalam keamanan maritim.

Mereka juga menyatakan niat untuk memulai kembali upaya mencari jenazah para tentara AS yang hilang di Indonesia semasa perang dunia kedua.

Mereka juga menyampaikan rasa simpati bagi mereka yang terdampak Covid-19 di AS dan Indonesia.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar