Dua Staf UNS Solo Wafat Karena Covid, Kampus Langsung Ditutup

Selasa, 20/10/2020 18:20 WIB
Ilustrasi Penyakit virus Covid-19

Ilustrasi Penyakit virus Covid-19

Solo, law-justice.co - Sejumlah gedung perkantoran di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ditutup sementara setelah dua orang karyawan positif Covid-19, meninggal dunia. Senin kemarin, seorang dosen Fakultas Hukum UNS, Prasetyo Hadi Purwandoko meninggal karena Covid-19. Prasetyo menghembuskan napas terakhir pada Senin dinihari (19/10) di RS UNS.

Pada hari ini, kabar duka kembali datang dari Karyono, Kasubbag Umum dan Keuangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), UNS juga meninggal akibat terpapar Covid-19, pada Selasa (20/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho membenarkan kabar tersebut.

"Benar, beliau meninggal dunia tadi pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, di RS UNS. Pak Karyono juga dinyatakan positif Covid-19," ujar Jamal saat dihubungi wartawan. Terkait riwayat keduanya, Jamal menyampaikan, Karyono pernah melakukan kontak dengan Prasetyo. Keduanya bertugas ke Ubud, Bali bersama-sama.

"Pak Karyono dan pak Prasetyo memang kebetulan ada acara bersama di Ubud, Bali," jelasnya. Pihak UNS mengambil kebijakan untuk menutup sementara sejumlah gedung yang pernah disinggahi Prasetyo dan Karyono. Penutupan dilakukan selama 10 hari, terhitung mulai 21 Oktober besok.

"Hari ini kita buat aturannya, ada surat edaran (SE) yang besok efektif diberlakukan. Kita lockdown tempat yang pernah disinggahi almarhum,” katanya.

Sementara itu berdasarkan surat Edaran, sejumlah gedung perkantoran yang ditutup di antaranya, LPPM, Fakultas Hukum dan Gedung Pusat. Selain penutupan sejumlah gedung, seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan diwajibkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Penggunaan fasilitas umum seperti sarana olah raga, tempat ibadah serta sarana dan prasarana umum lainnya di lingkungan kampus juga ditutup.

Lebih lanjut Jama menyampaikan,pihaknya telah berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 untuk melakukan tracing. Namun saat ini hasil penelusuran tersebut masih belum diketahui. (PR)

(Asep Saputra\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar