Survei Indikator: Mayoritas Warga Inginkan PSBB Dihentikan

Minggu, 18/10/2020 23:13 WIB
Ilustrasi PSBB (Ayobogor)

Ilustrasi PSBB (Ayobogor)

Jakarta, law-justice.co - Indikator Politik Indonesia merilis mitigasi dampak Covid-19 terhadap tarik-menarik Kepentingan Ekonomi Dan Kesehatan. Menurut survei tersebut mayoritas publik menghendaki penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah untuk segera dihentikan.

"Mayoritas publik tetap menghendaki PSBB dihentikan meski mengalami pelemahan, menjadi sekitar 55% dari 60,6% pada temuan sebelumnya," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi berdasarkan hasil surveinya secara daring, Minggu (18/10/2020).

Di bulan September, kata Burhanuddin, ada sedikit penguatan dukungan terhadap keberlanjutan PSBB, dan pihak yang menghendaki dihentikan cenderung melemah. Namun secara statistik tidak signifikan.

"Jadi tampak aspirasi publik terkait PSBB dalam dua bulan terakhir tidak berbeda signfikan, warga secara signifikan lebih menginginkan PSBB dihentikan saja," katanya.

Pergeseran persepsi publik justru tampak signifikan antara prioritas pada isu kesehatan atau isu ekonomi. Pada temuan sebelumnya, terjadi perubahan signifikan di mana antara isu kesehatan dan isu ekonomi menjadi lebih berimbang.

Sementara kali ini tampak kembali lagi pada temuan awal, yaitu prioritas kesehatan signifikan lebih dominan ketimbang perekonomian. Hampir seluruh warga menilai persoalan Covid-19 mengancam kesehatan dan perekonomian, baik nasional maupun pribadi.

"Meski hampir semua warga merasa terancam dan menilai isu kesehatan merupakan prioritas, tapi mayoritas juga menilai kebijakan PSBB bisa dihentikan," jelasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 1.200 orang menjadi sampel responden dan diwawancara melalui telepon. Survei dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020 dengan margin of error sekitar 2,9 persen tingkat kepercayaan 95 persen.

 

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar