Di Kanada, Bahasa Indonesia Jadi Program Pelajaran Ekstra Kurikuler

Minggu, 18/10/2020 21:15 WIB
Ilustrasi Bahasa Indonesia (Liputan6.com)

Ilustrasi Bahasa Indonesia (Liputan6.com)

Jakarta, law-justice.co - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Kanada menyatakan Bahasa Indonesia masuk dalam program pendidikan ekstra kurikuler di sebagian taman kanak-kanak (TK) sampai sekolah tingkat menengah di wilayah tersebut.

"Pengenalan terhadap Bahasa Indonesia bagi warga Kanada akan jadi fondasi yang kokoh di masa depan bagi kedua bangsa untuk saling memahami dan bekerja sama," ujar Duta Besar RI untuk Kanada Abdul Kadir Jailani, saat meluncurkan kelas Bahasa Indonesia secara virtual.

Kelas Bahasa Indonesia tersebut bertujuan meningkatkan interaksi antarwarga dari dua negara serta memperkuat hubungan Indonesia dan Kanada yang pada tahun ini memperingati 68 tahun hubungan diplomatik.

Dalam kesempatan yang sama, pengurus Program Dewan Sekolah Distrik Ottawa Carleton, Dr Nectaria Karagiozis mengatakan, kelas Bahasa Indonesia memperkaya program ekstra kurikuler bahasa internasional yang dapat dipilih oleh siswa, mulai dari tingkat TK sampai sekolah menengah.

Sejauh ini, Dewan Sekolah di Ottawa membuka 38 kelas bahasa internasional selain bahasa resmi Kanada, yaitu Inggris dan Prancis.

Menurut KBRI Ottawa, dukungan dari Dewan Sekolah memungkinkan kelas Bahasa Indonesia dibuka secara virtual dan dapat diakses oleh para pelajar tanpa ada pungutan biaya.

Di samping Dewan Sekolah, inisiatif itu juga mendapat dukungan dari Asosiasi Muslim Ottawa (OMA). Direktur Partisipasi Komunitas OMA Majed Jarrar menyambut baik pembukaan kelas Bahasa Indonesia di Ottawa. Ia mengatakan langkah itu sejalan dengan misi OMA, yaitu berkontribusi untuk kepentingan masyarakat.

Tidak hanya membuka kelas Bahasa Indonesia, peringatan 68 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Kanada juga akan dimeriahkan dengan pameran uang kuno Numismatik Nusantara pada awal Oktober 2020.

Kegiatan itu diadakan oleh KBRI Ottawa bekerja sama dengan Alliance Coin and Banknote di Kanada, kata Konselor Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Ottawa, Iwan Nur Hidayat, pada kesempatan terpisah.

Sejauh ini, ada sekitar 14.000 orang Indonesia di Kanada, atau sekitar 0,04 persen dari keseluruhan populasi yang mencapai 37,6 juta jiwa.

Indonesia dan Kanada membuka hubungan diplomatik resmi pada 9 Oktober 1952, yang ditandai dengan pendirian kantor perwakilan di masing-masing ibu kota negara.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar