Wapres Ma`ruf Sebut MUI Terlibat Penanganan Covid-19

Minggu, 18/10/2020 20:35 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin. (pinterpolitik)

Wakil Presiden Maruf Amin. (pinterpolitik)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Presiden Ma`ruf Amin memastikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya, selama ini fatwa MUI banyak menjadi acuan, seperti dalam ibadah salat Jumat, salat Idul Fitri, Idul Adha, dan pembayaran zakat yang dapat dipergunakan penanggulangan pandemi, termasuk tata cara beribadah bagi tenaga medis yang menggunakan baju hazmat.

Umat Islam tak perlu khawatir soal kesesuaian syariat Islam dalam berbagai protokol penanganan Covid-19.

"Karena mereka tidak mudah membuka bajunya, bagaimana sulitnya melakukan salat seperti biasa, melakukan ruku, sujud dengan sempurna. Itu (dari MUI) ada panduannya," ujar Ma`ruf dalam dialog dengan Juru Bicara #SatgasCovid-19 Reisa Broto Asmoro, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Acuan itu, menurut Ma`ruf, merupakan bukti fatwa MUI menjadi rujukan pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan untuk mengutamakan keselamatan rakyat.

"Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus menyosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi," katanya.

Ma`ruf menekankan vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini adalah MUI.

"Tetapi kalau tidak halal, namun tidak ada solusi selain vaksin tersebut, maka dalam situasi darurat bisa digunakan dengan penetapan yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia," jelasnya.

Ma`ruf berpesan agar masyarakat tetap istiqomah dan tidak boleh menyerah dalam menegakkan protokol kesehatan. Kepada para petugas, ia meminta agar sosialisasi dilakukan secara masif, berikut edukasi tentang upaya pemerintah. Ia berharap pendekatan dilakukan dengan baik, terutama di daerah-daerah sumber penularan.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar