Pesepakbola Nicklas Bendtner Cerita Diperas Pekerja Seks & Korban Judi

Minggu, 18/10/2020 06:00 WIB
Pesepakbola Nicklas Bendtner, mantan Penyerang Arsenal, Inggris (Getty Images)

Pesepakbola Nicklas Bendtner, mantan Penyerang Arsenal, Inggris (Getty Images)

London, law-justice.co - Pesepakbola dunia, Nicklas Bendtner, mantan pemain Arsenal mengungkap sisi gelap kehidupan pesepakbola. Khususnya, soal pemerasan dari pekerja seks komersil dan perjudian.

Nicklas Bendtner merupakan salah satu jebolan akademi sepakbola Arsenal. Dia menembus skuad utama di tahun 2011. Postur tubuhnya yang tinggi besar membuat pemain asal Denmark itu begitu kuat di dalam kotak penalti lawan. Sayang, cerita manisnya dengan Arsenal hanya bertahan empat tahun.

Karier Nicklas lebih sering dipinjamkan ke banyak klub seperti ke Sunderland, Juventus, hingga terakhir diboyong VfL Wolfsburg Jerman kala statusnya bebas transfer. Klub terakhir yang dibela Bendtner adalah FC Copenhagen, klub asal Denmark di musim 2019/2020 kemarin. Musim ini di usianya yang 32 tahun, dia tidak memiliki klub.

Seperti dikutip dari Daily Star, Nicklas Bendtner pernah meluncurkan buku berjudul `Both Sides` yang menceritakan soal kariernya. Tak hanya di lapangan hijau, tapi juga di luar lapangan.

Salah satunya adalah soal kebiasaan para pesepakbola dunia yang kerap memakai jasa pekerja seks komersil. Tepatnya, saat melancong ke suatu kota untuk bertanding atau mengikuti turnamen. "Jelas itu lebih mudah dilakukan daripada membawa pekerja seks ke rumah," ujar Nicklas.

Akan tetapi, Nicklas Bendtner menjelaskan kalau beberapa pekerja seks ada yang licik. Kalau mereka tahu pelanggannya adalah seorang pesepakbola terkenal, maka siap-siap diperas oleh pekerja seks itu.

"Setelah bercinta, mereka akan mengambil foto Anda saat sedang tidur," urainya. "Itu adalah kartu truf mereka untuk memeras," tambahnya. Setelahnya, para pekerja seks tersebut akan memeras dengan cara meminta uang atau membeli barang-barang berharga mahal.

Pesepakbola yang jadi korban, hanya bisa melakukan apa saja yang mereka minta demi tidak bocor ke publik dan keluarganya. "Saya telah melihat secara langsung beberapa teman saya yang jadi korban," tambahnya.

Dalam bukunya itu Nicklas juga menceritakan kecanduannya pada judi dan pernah kalah sampai Rp 7 miliar dalam sehari saat lagi berjudi. Dia menceritakan banyak pemain bola top yang juga suka berjudi dan menjadi pelanggan tetap kasino terkenal. 

(Farid Fathur\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar