Relawan Ungkap Pejabat yang Ingin Jauhkan Jokowi dari Rakyat

Sabtu, 17/10/2020 10:53 WIB
Relawan ungkap ada pejabat yang ingin jauhkan Jokowi dari rakyat (detikcom)

Relawan ungkap ada pejabat yang ingin jauhkan Jokowi dari rakyat (detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh relawan pendukung yang meminta Presiden Jokowi untuk waspada dengan pejabat yang ada di sekelilingnya. Pasalnya, ada orang dekat Jokowi yang ingin menjauhkan sang presiden dengan rakyatnya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer. Pria yang karib disapa Noel itu meminta Presiden lebih banyak mendengar suara aspirasi masyarakat di akar rumput. hal itu terkait adanya aksi penolak UU Omibus Law oleh kaum buruh dan sejumlah elemen di tanah air saat ini.

"Harus obyektif. Kita melihat ada pejabat yang coba menjauhkan presiden dari rakyat. Bahkan malah menjerumuskan presiden ke situasi politik yang sulit," kata Noel seperti dilansir dari tribunnews.com, Jumat (16/10/2020).

Meskipun Undang-undang Cipta Kerja dinilai baik terutama untuk meningkatkan iklim investasi, namun menurutnya terdapat sejumlah pasal yang harus dikritisi dalam UU Cipta Kerja.

"Kalau UU ini bisa mengakomodir untuk semua. Pastinya baik untuk investasi," tuturnya.

Tidak hanya itu, Noel juga mendukung langkah kepolisian menangkap para perusuh Undang-undang Cipta Kerja pada Kamis 8 Oktober 2020 lalu. Hanya saja ia menyayangkan adanya penangkapan terhadap sejumlah aktivis pro demokrasi di antaranya Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan.

Sementara itu, agar UU Cipta Kerja ini tidak simpang siur, Noel meminta Presiden Jokowi bertemu dan berdiskusi dengan para aktivis mahasiswa, buruh dan aktivis pro demokrasi. Menjelaskan maksud dari UU Cipta Kerja dan mengakomodir masukan dari akar rumput.

"Apalagi, Pak Jokowi juga minta para aktivis 98’ untuk mengkritisi kebijakannya agar benar-benar pro rakyat. UU Omnibus Law ini baik untuk semua rakyat, tapi memang ada beberapa pasal yang perlu dikritisi supaya bisa mengakomodir semua kelompok. Kalau UU ini bisa mengakomodir untuk semua, pastinya baik untuk investasi," ujarnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar