Kecam Polisi Tangkap 3 Tokoh KAMI, Pigai: Tak Boleh Melarang Hak Dasar

Selasa, 13/10/2020 13:10 WIB
Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai kecam polisi yang tangkap tiga tokoh KAMI ( foto; bataraonline.com)

Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai kecam polisi yang tangkap tiga tokoh KAMI ( foto; bataraonline.com)

Jakarta, law-justice.co - Aktivis Kemanusiaan Natalius Pigai mengecam tindakan represif aparat kepolisian yang menangkap tiga orang petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurutnya, apa yang disampaikan oleh ketiga orang tersebut adalah sebagai hak dasar mereka sehingga tidak boleh dilarang.

"Pemerintah tidak boleh melarang hak-hak fundamental, yakni kebebasan berpikir, berperasaan & berpendapat," katanya melalui cuitan di akun Twitternya seperti dikutip law-justice.co, Selasa (13/10/2020).

Menurut mantan Komisioner Komnas HAM itu, pemerintah bisa saj disebut melakukan tindakan kriminal jika melarang sesorang menyampaikan hak dasarnya. Dan langkah pemerintah tersebut disebutnya akan merusak kehidupan rakyat.

"Jika hak-hak elementer saja dilarang negara, maka negara sudah lakukan tindakan kriminal terhadap demokrasi & negara, semakin destruktif terhadap hak hidup rakyatnya," katanya.

Sebelumnya, tiga petinggi KAMI yang ditangkap polisi adalah Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, da Anton Permana. Hal itu sudah dibenarkan oleh salah satu presidium KAMi Din Syamsuddin.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr"><a href="https://t.co/JyzJctazLX">https://t.co/JyzJctazLX</a> Pemerintah tdk boleh melarang hak2 fundamental; kebebasan berpikir, berperasaan &amp; berpendapat. Jika hak2 elementer sj dilarang negara maka negara sudah lakukan tindakan kriminal terhadap demokrasi &amp; negara semakin destruktif terhadap hak hidup rakyatnya.</p>&mdash; NataliusPigai (@NataliusPigai2) <a href="https://twitter.com/NataliusPigai2/status/1315870058518732801?ref_src=twsrc%5Etfw">October 13, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar