Dianggap Tak Lagi Lantang Usai Gabung Jokowi, Prabowo Buka Suara

Selasa, 13/10/2020 09:08 WIB
Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Menterei Pertahanan RI Prabowo Subianto (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto buka suara soal adanya anggapan bahwa dia yang terkenal lantang saat menjadi rival Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019, kini tidak lagi usai menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI.

Dalam wawancara courtesy DPP Partai Gerindra, Prabowo ditanya soal anggapan tidak lantang lagi setelah gabung Jokowi. Prabowo menyebut seorang pemimpin itu harus pandai menempatkan diri.

"Lantang? Wah... Jadi begini. Kita sebagai pemimpin, kita harus mengerti, dan kita harus tahu ya kan, peran apa, di saat apa, dengan cara apa. Jadi itu kita harus pandai untuk memilih. Tetapi nilai-nilai tidak berubah, cita-cita tidak berubah," kata Prabowo dalam video tersebut.

"Ibarat kita, tujuan kita mau dari Jakarta ke Surabaya, kadang-kadang kita harus tentukan apakah saya lewat jalur utara atau jalur selatan? Tapi ujungnya saya masih tetap mau ke Surabaya," ucap Prabowo.

Prabowo menegaskan cita-citanya saat Pilpres 2024 lalu sama sekali tidak berubah. Prabowo menegaskan hanya menjalani perannya saat ini demi kemajuan bangsa.

"Jadi waktu saya di luar pemerintah, saya calon presiden, ya saya menyampaikan cita-cita saya, nilai-nilai saya melalui program, melalui manifesto perjuangan," kata Prabowo.

Sikap lantang berbicara dalam forum pun dijelaskan Prabowo. Kalau dia bicara dengan nada loyo di depan ribuan orang, Prabowo mengaku kasihan dengan pendukungnya.

"Dan kalau kita bicara di forum, kan kita bicara di depan ribuan orang. Kalau kita bicara di depan 100 orang saja kalau tidak lantang, ngantuk. Saya kan bekas komandan pasukan, bekas panglima. Panglima, komandan, itu ya guru, ya pelatih. Jadi saya mengerti. Makanya kalau pelatih yang baik itu suaranya ya lantang supaya anak buahnya nggak ngantuk. Kalau rakyat ribuan, kalau saya bicara (suara bergumam) capek dia, kan kasihan mereka," kata Prabowo.

"Tapi cita-cita yang saya perjuangkan tidak berubah. Nah begitu saya memutuskan bahwa demi kepentingan bangsa dan negara supaya Indonesia kuat, kita harus ada ketenangan, kita harus ada stabilitas, kita harus ada persatuan, kita harus ada kerukunan karena negara kita sudah dari zaman dahulu, ratusan tahun sebelum kita punya Republik Indonesia, Nusantara ini ratusan tahun kita diganggu. Kenapa, karena kita ini kaya," ucap Prabowo.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar