Ini Obat Paling Ampuh Atasi Corona Sebelum Vaksin Ada

Rabu, 07/10/2020 13:48 WIB
Ilustrasi Vaksin covid-19 (investor daily)

Ilustrasi Vaksin covid-19 (investor daily)

Jakarta, law-justice.co - Kasus Covid-19 di Indonesia terus bertambah dari hari ke hari. Di sisi lain, vaksin yang diharapkan untuk mencegah virus Corona terus mneyebar belum juga mendapatkan kepastian kapan mulai digunakan.

Namun, ditengah situasi itu, hanya satu obat yang cukup ampuh untuk mengatasi Covid-19. Obat tersebut adlah dengan menerapakan protokol kesehatan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

Menurut Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Prof Kusnandi Rusmil mengatakan dalam waktu dekat pasokan vaksin Covid-19 masih terbatas padahal agar benar-benar kebal corona harus divaksin seluruh penduduk Indonesia.

"Kita mau vaksin yang mana? yang kebal cuma yang divaksin, yang enggak divaksin enggak kebal. Jadi tetap semua harus physical distancing, cuci tangan, dan pakai masker karena kita tidak mungkin melakukan imunisasi semua secara bersamaan," katanya seperti dilasnir dari cnbcindonesia.com, Rabu (7/10/2020).

Kusnandi Rusmil menambahkan saat ini seluruh dunia sedang rebutan vaksin dan sejumlah negara maju dan kaya sudah memesan vaksin meski vaksinnya belum diproduksi. Jadi sekarang perlu untuk menjaga diri sendiri.

"Pertama penyakit ini korbannya banyak, meninggal banyak, obatnya belum ada dan vaksin baru mau ada. Jadi kita harus menjaga diri masing-masing dengan 3M. Kalau toh vaksin nanti ada, itu juga tidak semua diimunisasi. Siapa yang bisa menyuntik ke 160 juta orang sekaligus," terangnya.

"Jadi tetap harus pakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Jadi sekali lagi, kalau sudah ada vaksin, sudah dianggap aman, jangan dulu. Tetap kita harus jaga jarak sebelum semuanya di vaksin."

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap saat ini Indonesia sudah memiliki perjanjian kerja sama dengan Sinovac Biotech untuk pengadaan vaksin Covid-19. Kedua, Kimia Farma sedang menjajaki kerja sama dengan UEA yang vaksinnya sudah masuk uji klinis fase tiga yang akan melibatkan 22 ribu relawan.

"Ketiga Kalbe Farma bekerja sama dengan Genexine Inc untuk uji klinis dengan melibatkan 60 ribu relawan. Pemerintah juga mendorong vaksin sendiri seperti konsorsium merah putih dan kementerian Riset dan Teknologi," jelas Wiku.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar