Said Iqbal Perintah Batalkan Demo, Pigai: Nasib Buruh Tak Bisa Digadai

Selasa, 06/10/2020 13:11 WIB
Aktivis HAM dan Kemanusiaan Natalius Pigai kritik sikap Said Iqbal yang perintahkan buruh batal demo tolak RUU Cipta Kerja ( foto; bataraonline.com)

Aktivis HAM dan Kemanusiaan Natalius Pigai kritik sikap Said Iqbal yang perintahkan buruh batal demo tolak RUU Cipta Kerja ( foto; bataraonline.com)

Jakarta, law-justice.co - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ikut mengomentari beredarnya sebuah surat atas nama Presiden Konfederasi Serikat pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang meminta kepada buruh di seluruh Indonesia untuk membatalkan aksi demo dan mogok kerja demi menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Menurut Pigai, nasib para buruh dan pekerja di selruh Indonesia tak bisa digadai. Dia ingin aksi demo tetap berjalan agar RUU Cipta Kerja tak disahkan. Namun, dia menduga, jika benar surat itu disampaikan oleh Said, maka diduga efek dari pemanggilan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

"Habis dipanggil Jokowi langsung keluarkan Surat Stop Mogok Nasional. Nasib Buruh dan Pekeja Indonesia tidak bisa digadai ditangan seorang karena iming-iming kuasa, jabatan dan uang," katanya melalui cuitan di akun Twitternya @NataliusPigai2 seperti dikutip law-justice.co, Selasa (6/10/2020).

Mantan Komisioner Komnas HAM itu mengaku kecewa jika perintah tersebut disampaikan oleh Said Iqbal. Menurutnya, apabila hal itu benar-benar terjadi, maka moral Said Iqbal dinilainya begitu rendah.

"Kalau surat ini benar maka sebegitukah rendahnya moral seorang pejuang keadilan?," katanya.

Hingga saat ini, para buruh tetap melakukan aksi mogok kerja dan demo. Tampak di beberapa daerah bahkan sudah mulai turun ke jalan, seperti tangerang, Serang, bandung, Bekasi, dan Jakarta. Mereka tak mendengar perintah daris ebuah surat yang beredar di media sosial tersebut.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Habis dipanggil Jokowi langsung keluarkan Surat Stop Mogok Nasional. Nasib Buruh dan Pekeja Indonesia tidak bisa digadai ditangan seorang karena iming2 kuasa, jabatan dan uang . Kalau surat ini benar maka sebegitukah rendahnya moral seorang pejuang keadilan? <a href="https://t.co/qrfyEsWsOH">pic.twitter.com/qrfyEsWsOH</a></p>&mdash; NataliusPigai (@NataliusPigai2) <a href="https://twitter.com/NataliusPigai2/status/1313327527981576200?ref_src=twsrc%5Etfw">October 6, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar