Komentari Video UAS Soal Penghafal Al-Quran, Begini Kata Mahfud MD

Rabu, 30/09/2020 14:10 WIB
Mahfud MD komentari video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) soal penghafal Al-Quran (muslimobsession.com)

Mahfud MD komentari video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) soal penghafal Al-Quran (muslimobsession.com)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengunggah potongan video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang penghafal Al-Quran pada Rabu (30/9/2020). Video tersebut kemudian lantas dia tambahkan dengan keterangan untuk menanggapinya.

Menurut Mahfud, selama ini bahkan hingga saat ini masih ada orang yang ingin mengadu domba natara tokoh Islam. Hal lainnya juga terkait isu Islamofobia.

“Bismillah, info terbuka dari UAS. Tapi terkadang masih ada orang yang ingin mengadu domba antar tokoh Islam dengan isu Islamofobia,” kata Mahfud.

Lebih lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan bahwa sebagai negara demokrasi, pemerintah tak menutup pintu bagi anak bangsa yang berprestasi.

“Masuknya orang-orang Islam ke posisi penting karena kita punya negara “merdeka” NKRI yang membuka pintu berprestasi dan mengadu kualitas bagi anak-anak bangsa,” lanjutnya.

Dalam video yang diunggahnya itu, UAS menyampaikan bahwa dirinya mendapat pesan dari sejumlah pejabat negara.

“Dulu orang berfikir, ngapain orang masuk Islamic School, ngapain masuk pondok pesantren. Tidak mau anaknya jadi kiai,” kata UAS.

UAS lantas bercerita dalam penerimaan anggota TNI yang lalu ia mendapat pesan Whatsapp.

“Kalau ada santri yang hafal Quran, sekarang ada jalur khusus bagi yang hafal Quran. Dia bisa lulus dengan mudah dengan cukup syarat dengan badan sehat,” ungkapnya.

UAS lalu membeberkan sebuah video yang viral di media sosial.

“Jendral Angkatan Laut (AL) mengetes penerimaan baru. Ternyata pernghafal Quran ada skala prioritas,” serunya

Bahkan, sambungnya, ia mendapat penuturan langsung dari Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Bahwa santri dan penghafal Quran paling banyak ada di Fakultas Kedokteran.


“Karena dokter-dokter dapat beasiswa full gratis tambah uang saku, dengan syarat hafal Quran,” serunya.

Hal itu berarti, lanjutnya, 20 tahun yang akan datang, akan semakin banyak polisi, tentara, pengcara, bupati dan walikota yang merupakakan penghadal Quran.

“Lalu kemudian negeri ini semakin aman dan damai. Ya allah, amin,” tandasnya.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">Bismillah, info terbuka dari UAS. Tapi terkadang msh ada orang yg ingin mengadu domba antar tokoh Islam dgn isu Islamofobia. Masuknya orang2 Islam ke posisi penting krn kita punya negara &quot;merdeka&quot; NKRI yg membuka pintu berprestasi dan mengadu kualitas bagi anak2 bangsa. <a href="https://t.co/wiMIbsaIwC">pic.twitter.com/wiMIbsaIwC</a></p>&mdash; Mahfud MD (@mohmahfudmd) <a href="https://twitter.com/mohmahfudmd/status/1311126999486722048?ref_src=twsrc%5Etfw">September 30, 2020</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar