Lewat Buku Baru, Amien Rais ke Jokowi: Mundur Atau Terus!

Selasa, 29/09/2020 05:22 WIB
Lewat Buku Baru, Amien Rais ke Jokowi: Mundur Atau Terus! (YouTube Amien Rais Official).

Lewat Buku Baru, Amien Rais ke Jokowi: Mundur Atau Terus! (YouTube Amien Rais Official).

Jakarta, law-justice.co - Tokoh Nasional yang juga merupakan Politisi Senior Amien Rais kembali meluncurkan buku risalah kebangsaan dengan judul Pilihan untuk Pak Jokowi, Mundur atau Terus.

Dalam akun YouTube Amien Rais Official, ia mengatakan ada 13 masalah yang ia urai dan jelaskan melalui buku.

Menurut dia, apa yang dirinya tulis dan terangkum dalam 13 bab tersebut sudah berdasarkan fakta.

"Saya mencatat ada 13 masalah yang memang tidak mengada-ada. Jadi saya dan suadara- sekalian kan dididik di sekolah maupun di kampus, kalau berpendapat tidak boleh hanya asal bicara," katanya seperti dalam video tersebut.

Lebih lanjut, beberapa poin yang ditegaskan Amien Rais dalam buku itu tak lepas dari isu komunisme yang berkembang.

Mantan ketua MPR RI in mengatakan komunisme di era Jokowi diberi tempat dan mendapat angin kencang.

"Saya melihat komunisme itu diberi angin yang sangat kencang dalam kepemimpinan Pak Jokowi,"

"Jadi antara bagaimana komunisme yang nampak sekali tidak diapa-apakan, itu memang ada kaitannya dengan semakin dekatnya Jakarta-Beijing ini, karena itu lantas ditangkap oleh sebagian bangsa indonesia yang memang sudah menjadi PKI malam atau PKI siang, saya tidak tahu, itu mendapat seperti angin buritan," kata politisi 76 tahun ini.

Selain isu komunisme, Amien juga menyinggung soal demokrasi yang terkikis dan digantikan dengan otoriterisme.

Ia juga menyebut jika istilah reformasi sudah tidak cocok lagi di era sekarang.

"Bahwa masalah kita sudah berbeda. Masalah kita adalah bahwa inti masalah negeri kita ini sudah enggak dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Jadi saya blak-blakan aja, bahwa pemerintah sekarang merupakan MTC directed and dominated goverment. Pemerintah yang didikte, didominasi oleh MTC, mafia taipan cukong. Itu kenyataannya,” ucap Amien.

Mantan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyimpulkan jika buku yang ia beri judul "Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus" ini berisi pencapaian yang diraih presiden.

"Saya memotret 13 butir masalah yang saya angkat itu merupakan pencapaian negatif Pak Jokowi," kata dia.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa buku yang ia luncurkan berisi kegagalan yang telah dicetak Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

"Lewat argumen saya ke kesimpulan bahwa yang terjadi leadership failure, kegagalan kepemimpinan, kenapa? Karena memang, maaf Pak Jokowi, menurut saya tidak punya kompetensi. Setelah diuji 5 tahun sesungguhnya enggak berhasil,” kata Amien.

Kendati demikian Amien mengaku masih punya harapan agar Indonesia tidak hancur.

“Tapi saya tetap masih ada punya pengharapan, sesungguhnya sejak awal saya katakan bahwa Pak Jokowi itu sudah membawa portofolio of failure, from day one tak kompeten. Makanya maaf, betul kata Pak Jusuf Kalla, sebaiknya jadi gubernur sampai selesai, anggota DPR-MPR, karena tak bisa kepala negara uji coba, hancur negara kita,” jelasnya.

Ia juga menyebut jika istilah reformasi sudah tidak cocok lagi di era sekarang.

"Bahwa masalah kita sudah berbeda. Masalah kita adalah bahwa inti masalah negeri kita ini sudah enggak dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Jadi saya blak-blakan aja, bahwa pemerintah sekarang merupakan MTC directed and dominated goverment. Pemerintah yang didikte, didominasi oleh MTC, mafia taipan cukong. Itu kenyataannya,” ucap Amien.

Mantan Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyimpulkan jika buku yang ia beri judul "Pilihan Buat Pak Jokowi: Mundur atau Terus" ini berisi pencapaian yang diraih presiden.

"Saya memotret 13 butir masalah yang saya angkat itu merupakan pencapaian negatif Pak Jokowi," kata dia.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa buku yang ia luncurkan berisi kegagalan yang telah dicetak Jokowi selama menjabat sebagai presiden.

"Lewat argumen saya ke kesimpulan bahwa yang terjadi leadership failure, kegagalan kepemimpinan, kenapa? Karena memang, maaf Pak Jokowi, menurut saya tidak punya kompetensi. Setelah diuji 5 tahun sesungguhnya enggak berhasil,” kata Amien.

Kendati demikian Amien mengaku masih punya harapan agar Indonesia tidak hancur.

“Tapi saya tetap masih ada punya pengharapan, sesungguhnya sejak awal saya katakan bahwa Pak Jokowi itu sudah membawa portofolio of failure, from day one tak kompeten. Makanya maaf, betul kata Pak Jusuf Kalla, sebaiknya jadi gubernur sampai selesai, anggota DPR-MPR, karena tak bisa kepala negara uji coba, hancur negara kita,” jelasnya.

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar