Politisi PKPI Ini Ngaku Pernah Hajar Gatot saat Jadi Panglima TNI

Senin, 28/09/2020 10:37 WIB
Teddy PKPI: KAMI Itu Remah dan Receh, Buangnya ke Tong Sampah! (JPNN).

Teddy PKPI: KAMI Itu Remah dan Receh, Buangnya ke Tong Sampah! (JPNN).

Jakarta, law-justice.co - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi kembali melontarkan pernyataan kontroversi yang menyinggung Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Kali ini ia mengaku sudah pernah menghajar sang mantan Panglima saat masih menjabat.

Melalui cuitan balasan yang ditujukan kepada seorang pengguna Twitter, pengakuan itu diceritakan Teddy kala Gatot Nurmantyo masih menjadi Panglima TNI.

Kendati tak menyebut secara spesifik aksi `hajar` yang ia maksud untuk menyinggung Gatot Nurmantyo, namun Teddy bahkan bersumpah demi NKRI telah melakukan aksi tersebut kepada deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu.

"Demi NKRI, saat masih menjabat Panglima TNI sudah saya "hajar" dia, apalagi sekarang yang sudah bukan siapa-siapa," tulis Teddy sambil mencantumkan akun Twitter milik Gatot Nurmantyo.

Bukan kali ini saja Teddy menyerang Gatot lewat cuitan. Sebelumnya, Teddy juga menantang Gatot agar menyatakan bahwa mantan presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Pak Gatot, kalau Anda benar-benar lelaki, saya tantang anda untuk menyatakan secara terbuka bahwa Gus Dur adalah PKI," kata Teddy.

Teddy juga mengatakan apabila Gatot Nurmantyo berhasil memenuhi tantangan tersebut, ia akan mencabut anggapannya yang mengatakan bahwa Mantan Panglima TNI tersebut pengecut.

"Jika Anda lakukan, saya cabut anggapan saya bahwa anda seorang pengecut," tegas Teddy sembari menandai akun Twitter Gatot Nurmantyo.

Sebelumnya, melalui saluran Youtube Hersubeno Point, Gatot Nurmantyo mengatakan, kebangkitan PKI memang tidak bisa dilihat, namun bisa dirasakan. Itulah mengapa, sejak 12 tahun lalu, dia sudah mewaspadai hal tersebut.

“Saya mengamati tentang kemungkinan-kemungkinan bangkitnya gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) gaya baru. Ini diawali sejak 2008, setelah saya mendapat informasi-informasi. Sehingga, saya menyatakan, membungkus semua gerakan ini dengan proxy war,” terang Gatot.

“Gerakan ini tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dirasakan bisa. Contohnya, sejak 2008 itu seluruh sekolah meniadakan pelajaran tentang G30SPKI. Ini suatu hal yang sangat berbahaya,” tambahnya.

Belakangan, Gatot masih terus mengupayakan diri, untuk memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat Indonesia mengenai bahaya PKI. Itulah sebabnya, dia sempat memerintahkan seluruh jajarannya untuk menonton film dokumenter mengenai gerakan tersebut.

“Saya melihat itu semuanya (kebangkitan PKI). Maka saya perintahkan seluruh jajaran saya untuk menonton film G30SPKI. Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai—sebut saja PDI mengatakan untuk menghentikan itu. Saya bilang terima kasih, tapi kemudian saya tetap gagas, karena ini (PKI) benar-benar bahaya,” kata Gatot.

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar