Anak eks Pimpinan KKB Aceh Lulus Seleksi TNI AD, Pangdam IM Buka Suara

Senin, 28/09/2020 08:43 WIB
Foto (KIRI): Nurdin Ismail alias Din Minimi bersama anggota keluarga termasuk putranya yang lulus seleksi TNI-AD. (KANAN): Din Minimi bersama Pangdam IM Mayjen TNI Hassanuddin. (Sumber: Serambinews.com)

Foto (KIRI): Nurdin Ismail alias Din Minimi bersama anggota keluarga termasuk putranya yang lulus seleksi TNI-AD. (KANAN): Din Minimi bersama Pangdam IM Mayjen TNI Hassanuddin. (Sumber: Serambinews.com)

Jakarta, law-justice.co - Putra sulung mantan pemimpin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Aceh Timur Din Minimi lulus menjadi anggota TNI Angkatan Darat tahun 2020.

Rizki Maulana (18), putra sulung Din Minimi lulus seleksi Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba-PK) TNI Angkatan Darat tahun 2020.

Atas kelulusan putranya itu, Din Minimi menggelar acara syukuran di kediamannya kawasan Lamdom, Banda Aceh.

"Saya sangat bersyukur, sangat bahagia anak saya yang pertama ini bisa lulus seleksi TNI AD, ini harapan baru bagi saya," kata Din Minimi seperti melansir jpnn, Minggu 27 September 2020.

Panglima Kodam (Pangdam) Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin turut hadir memenuhi undangannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin mengatakan bahwa Din Minimi telah mempersiapkan putranya itu dengan baik, sehingga berhasil lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

Tentu, kata Pangdam IM, dengan mengikuti serangkaian seleksi yang panjang, ketat, serta adil dan transparan.

"Memang putranya beliau memenuhi syarat dan kriteria yang kita harapkan. Tentunya hal ini disiapkan beliau dari jauh hari, mulai syarat fisik, mental, akademik, dan lain sebagainya," kata Hassanudin.

"Sehingga saya sebagai Pangdam IM merasa senang, merasa bangga bahwa putra daerah seperti anak Pak Din ini menyiapkan diri untuk menjadi re-generasi TNI AD," katanya lagi.

Pangdam IM menegaskan bahwa semua orang memiliki hak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI AD.

Kesempatan itu terbuka lebar bagi siapapun, hanya saja perlu dipersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi.

"Tentunya ke depan saya imbau kepada semua keluarga kita di Aceh, kalau memang ada yang berkeinginan, bercita-cita ingin mengabdikan diri melalui jalur TNI AD," ujarnya.

Saya sebagai Pangdam IM sangat membuka selebar-lebarnya kesempatan itu dengan catatan persiapkan diri sebaik mungkin tentu karena persyaratan-persyaratan yang diberikan tidak ada yang rahasia semuanya terbuka, katanya.

Rizki Malulana yang merupakan kelahiran 12 Oktober 2002 itu adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Din Minimi dan Herlinawati.

Rizki telah berada di Rindam Iskandar Muda di Mata Ie Aceh Besar untuk persiapan pendidikan. Din Minimi merupakan warga Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur.

Dia tercatat sebagai mantan pimpinan KKB di Aceh Timur, yang 28 Desember 2015 lalu menyerahkan diri setelah berdialog dengan Kepala Badan Intelijen Negara Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, pada masa itu.

Din Mimimi menjelaskan, perjuangan putranya lulus seleksi TNI AD tidak lepas dari peran Sutiyoso dan Danrem 011/Lilawangsa masa itu Mayjen TNI A Daniel Chardin, yang membuka wawasannya tentang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada 2013, kata Din, dirinya masih bergeriliya di hutan Aceh Timur dan Aceh Utara. Ia mendapat kesempatan berbicara melalui sambungan selular dengan Danrem 011 Lilawangsa Daniel Chardin, yang kini menjabat sebagai Wadanpussenif Kodiklatad.

Dalam pembicaraan itu, lanjut Din, Danrem 011 Lilawangsa tersebut meminta agar putra pertamanya tersebut menjadi abdi negara, baik sebagai personel Polri atau prajurit TNI.

"Itu disampaikan Pak Daniel saat saya masih di gunung melalui telefon. Bahkan sampai beliau (Daniel, red) juga datang ke rumah saya," kata Din.

Waktu itu, Rizki Maulana masih duduk di bangku kelas dua MTsN Julok Aceh Timur. Kemudian, kata Din, setelah dia dan 120 anggota menyerah, dirinya langsung mempersiapkan putranya itu untuk menjadi seorang abdi negara.

"Dia sendiri (Rizki, red) yang memilih ingin masuk TNI, saya hanya memberi pilihan kepada dia," kata Din.

"Sejak turun gunung itu saya langsung membina dia, mulai dari latihan fisik, kesehatan, mental, ideologinya, saya ajari dia supaya dalam NKRI. Dibantu juga sama teman-teman Koramil," kata Din, lagi.

Selain itu, kata Din, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin juga pernah mengarahkan kepada dirinya agar anaknya benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin, dengan harapan dapat lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

"Kata Panglima waktu itu, apabila anak saya dipersiapkan dengan baik, semua persyaratannya baik, bagus, pasti akan lulus," katanya.

"Kelulusan anak saya ini harapan baru bagi saya, apalagi Panglima mengarahkan anak saya ke arah jalan yang tepat. Anak saya sudah saya serahkan untuk mengabdi kepada negara," tutur Din.

 

 

 

 

 

(Annisa\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar