Di Sidang PBB, Suriah Sebut Turki Dalang Terorisme

Minggu, 27/09/2020 22:15 WIB
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem (arrahmanews)

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem (arrahmanews)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moallem, menyebut Turki bertanggung jawab atas kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Bukan haya itu, Al-Moallem juga menuduh Ankara sebagai sponsor utama terorisme.

Hal tersebut dia ungkapkan dalam pidato virtual di Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

al-Moallem pun menuding Turki yang menyabotase pasokan air sehingga membahayakan nyawa warga sipil selama krisi Covid-19.

Tak sampai disitu, al-Mollem menyampaikan sejumlah tuduhan kejahatan Turki antara lain pemindahan teroris dan tentara bayaran disebut `oposisi moderat` dari Suriah ke Libya, melanggar kedaulatan Irak, menggunakan pengungsi sebagai alat tawar-menawar melawan Eropa dan mengajukan klaim dengan paksa terhadap sumber energi di Laut Mediterania.

"Turki saat ini telah menjadi rezim yang nakal dan melanggar hukum di bawah hukum internasional," kata al-Moallem dikutip dari iNews.id, Minggu (27/9/2020).

"Kebijakan dan tindakannya yang mengancam keamanan dan stabilitas seluruh kawasan harus dihentikan," lanjutnya.

Al-Moallem menegaskan pemerintah Suriah tidak akan menurunkan perlawanan guna mengakhiri pendudukan dengan segala cara yang mungkin di bawah hukum internasional dari pasukan AS dan Turki.

"Tindakan pasukan ini (Turki) yang dilakukan secara langsung atau melalui agen teroris mereka, milisi separatis, atau entitas yang dibuat dan tidak sah, adalah batal demi hukum, atau tanpa efek hukum," jelasnya.

 

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar