Muhadjir Cari Akal Tekan Kematian Dokter di Pandemi Covid-19

Minggu, 27/09/2020 18:21 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy (aktual.com/Antara)

Menko PMK Muhadjir Effendy (aktual.com/Antara)

Jakarta, law-justice.co - Angka kematian dokter dalam menangani pasien Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku terus mencari formula paling ampuh untuk menekan tingkat kematian dokter tersebut.

"Sampai sekarang saya terus mencari cara bagaimana supaya fatalitas dari tenaga dokter ini betul-betul bisa direm semaksimal mungkin," ujar Muhadjir, dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (27/9/2020).

Muhadjir mengatakan kematian seorang dokter juga akan merugikan masyarakat yang memerlukan penanganan medis. Ia pun mendorong IDI untuk juga memberikan perlindungan bagi keselamatan para anggotanya.

"Itu adalah bagian dari tanggung jawab korps, jangan berharap ada pihak lain yang lebih berharap. Saya mohon, melalui Pak Daeng Faqih betul-betul memberikan perhatian," katanya.

Di sisi lain, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu meminta para dokter bisa menjaga dirinya terlebih dahulu sebelum menangani pasien Covid-19. Menurutnya, ongkos manfaat apabila negara kehilangan dokter juga menjadi lebih besar.

"Pesan saya, jangan atas nama tanggung jawab sosial, kemudian para dokter mengorbankan segala-galanya," jelas Muhadjir.

Sebelumnya, IDI mencatat hingga Kamis (24/9/2020), sudah ada 123 dokter yang meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Mereka meninggal berstatus positif maupun suspek Covid-19.

Dari jumlah terebut, sebanyak 65 orang, termasuk empat guru besar, merupakan dokter umum. Sebanyak 56 orang termasuk empat guru besar yang meninggal merupakan dokter spesialis. Sementara 2 orang lainnya merupakan dokter residen.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar